Yohanes 8:30-36
Yohanes 8:36. “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”
Fakta membuktikan bahwa ada banyak negara tidak lagi dijajah oleh bangsa lain tetapi tetap belum bisa dikatakan sebagai negara yang merdeka dalam pengertian yang sesungguhnya. Demikian juga bangsa Indonesia. Kita sudah 70 tahun merdeka dari penjajahan tapi kita tetap masih hidup dalam penjajahan yang tidak kelihatan. Kebodohan, kemiskinan, kejahatan, dll. Alkitab juga membicarakan tentang kemerdekaan tetapi bukan kemerdekaan secara jasmani, tetapi Alkitab membicarakan kemerdekaan secara rohani. Kemerdekaan rohani yang dimaksud adalah kemerdekaan dari dosa.
Di dalam Yohanes 8, Yesus mengajarkan agar orang percaya tetap di dalam firman dan sehingga mereka akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan manusia. Lalu bagaimana reaksi orang Yahudi? Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” (Yoh. 8:33). Kata-kata orang Yahudi ini rasanya aneh. Bukankah mereka pernah ditindas di Mesir? Bukankah mereka pernah berada di bawah kekuasaan Persia dan Yunani? Bukankah saat itu mereka di bawah penjajahan kekuasaan Romawi? Lalu mengapa mereka berkata mereka tidak pernah menjadi hamba siapa pun?
Itu berarti bahwa mereka tidak mengatakan hal ini secara politik, karena secara politik mereka sering dijajah. Mereka juga tidak mengatakan hal ini secara sosial, karena secara sosial ada banyak orang Yahudi yang menjadi budak. Mereka mengatakan hal ini secara rohani, karena sebagai keturunan Abraham, mereka punya perjanjian dengan Allah, bahwa mereka adalah umat Allah. Jadi mereka percaya bahwa mereka tidak pernah menjadi hamba siapa pun secara rohani.
Tuhan Yesus lalu berkata dalam Yoh. 8:34, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” Menurut Yesus, semua orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa. Tetapi Tuhan Yesus telah memerdekakan kita dari dosa. Kesalahan terbesar yang dibuat orang Yahudi adalah karena mereka menolak Yesus, yaitu satu-satunya jalan yang dapat melepaskan mereka dari perbudakan dosa. Karena itu, terimalah Yesus di dalam hatimu, kalau Anda mau dimerdekakan dari dosa.
Doa: “Bapa, aku mengucap syukur karena sejak aku percaya kepada Tuhan Yesus, sesungguhnya Engkau telah memerdekakan aku dari kuasa dosa, sehingga kini aku dapat hidup di dalam kebenaran. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
