Renungan Harian 18 September 2022

Renungan Harian 18 September 2022 - DENGAN APA YANG ADA - Dari dulu sampai sekarang Tuhan terus memanggil orang-orang untuk mengambil bagian

Renungan Harian 18 September 2022

DENGAN APA YANG ADA Renungan Harian 18 September 2022

 

 

Markus 6:35-44

Markus 6:38. Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.” Renungan Harian 18 September 2022

Dari dulu sampai sekarang Tuhan terus memanggil orang-orang untuk mengambil bagian dalam misi-Nya di tengah-tengah dunia ini. Setiap orang memberi respon berbeda-beda terhadap panggilan-Nya. Ada yang menerima dengan sukacita, ada juga yang menerima dengan terpaksa.

Persoalan inti kita, bukan terletak pada kelemahan atau kekurangan kita. Bukan pula pada ketidak-mampuan kita. Melainkan pada ketidakmauan kita untuk tunduk dan taat pada otoritas Tuhan. Alasan menolak yang biasa diberikan orang Kristen bila diminta untuk melayani adalah merasa tidak layak atau tidak mampu. Sebenarnya di balik pernyataan yang “rendah hati” itu ada sikap tidak mau berkorban dan tidak percaya kepada Tuhan yang empunya pelayanan.

Kita seringkali gagal memercayai Tuhan karena pandangan-pandangan orang lain memengaruhi kita. Kita kuatir mendengar pandangan mereka terhadap Tuhan lebih logis dan realistis daripada iman kita. Masalahnya adalah kita tidak rela berkorban. Kita juga gagal melihat kuasa Allah bahkan cenderung meremehkannya karena kita terlalu berfokus pada keterbatasan dan kekurangan kita. Masalahnya adalah kita tidak percaya kepada Dia. Padahal penyertaan Allah jelas dan tidak perlu diragukan.

Maka, kita perlu mengingat pengorbanan Kristus untuk keselamatan kita, supaya kita didorong untuk membalas kasih-Nya melalui melayani Dia.

Doa: “Ajarkan aku mempercayai kuasa-Mu melalui pelayan yang Kau percayakan. Amin.”

Bacaan Setahun: Amsal 1-3; 1 Korintus 15:1-11.

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini 

Persoalan inti kita, bukan terletak pada kelemahan atau kekurangan kita. Bukan pula pada ketidak-mampuan kita. Melainkan pada ketidakmauan kita untuk tunduk dan taat pada otoritas Tuhan. Alasan menolak yang biasa diberikan orang Kristen bila diminta untuk melayani adalah merasa tidak layak atau tidak mampu. Sebenarnya di balik pernyataan yang “rendah hati” itu ada sikap tidak mau berkorban dan tidak percaya kepada Tuhan yang empunya pelayanan.

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …