Daniel 3:1-30
Daniel 3:28a. “Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya,..”
Dalam sebuah percakapan, ada pertanyaan dari seseorang kepada lawan bicaranya, “Bolehkah saya marah dan bertanya kepada Tuhan? Mengapa masalah saya tidak selesai-selesai dan kapan ini semua berakhir?”
Yang ditanya merenung sesaat, dan berdoa kilat kepada Tuhan, supaya jawaban yang diberikan tepat, akurat dan cepat. Walau sedikit bingung, tapi rekannya menjawab, dan mulai menuturkan apa yang ada di lidahnya untuk disampaikan, “Saudaraku, Sadrach, Mesach, dan Abednego berada dalam kondisi terjepit saat Raja membuat peraturan yang mengharuskan setiap orang menyembah patung buatan Raja, dan yang tidak mau akan dihukum untuk dibakar hidup-hidup. Mereka bertiga menolak untuk melaksanakan perintah tersebut dan menerima konsekuensinya.
Daniel 3:17-18 menuliskan jawaban mereka kepada Raja, “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku.”
Dari jawaban mereka diatas disimpulkan bahwa, ada keyakinan/iman bahwa Tuhan sanggup menolong mereka. Kedua, mereka berserah total kepada kuasa Allah. Ketiga, mereka percaya bahwa Tuhan tidak akan mengecewakan mereka. Dan kenyataannya Tuhan menunjukkan diri-Nya dengan berada bersama mereka dalam dapur api itu. Tuhan tidak membawa mereka keluar dari perapian, namun Tuhan menemani mereka, sampai raja sendiri mengeluarkan mereka. Raja bersama rakyat di sana menyaksikan kejadian itu, dan akibatnya keluar perintah, bahwa Allah yang disembah Sadrach, Mesakh dan Abednego, harus juga disembah rakyat.
Setelah mendengar jawaban dari saudaranya, sang penanya pun menghela nafas, dan berkata, “Iya ya, saya yakin, bahwa Tuhan pasti menolong saya dan tidak pernah meninggalkan saya.”
Doa: “Terpujilah Engkau, ya Allah. Karena Engkaulah yang menjadi penolong bagi kami umat-Mu yang menaruh percaya kami kepada-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
