KASIH BAPA
Yohanes 4:1-42
Yohanes 4:14. “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.”
Morin (bukan nama sebenarnya) adalah seorang wanita yang tumbuh dari keluarga yang berantakan. Orang tuanya bercerai, karena sang ayah memiliki perangai yang sangat kasar. Ketika ada hal yang menggusarkannya, sang ayah kerap memukuli ibunya, Morin juga adik-adiknya. Ia tumbuh menjadi seorang wanita yang haus akan kasih sayang dan mencarinya pada sosok pria. Ia kerap bergonta ganti pasangan, karena tidak ada seorang pun pria yang mampu memenuhi kebutuhannya akan kasih Bapa.
Perempuan Samaria ini pun sama. Dia pikir ia bisa menemukan kebahagiaan dan kepuasan pada diri pria (manusia). Tetapi Yesus menyadarkannya, bahwa hanya di dalam Tuhan lah, ia akan mendapat kepuasan. Ketika kita percaya kepada-Nya, maka dalam diri kita akan mengalir aliran air hidup (Yoh. 7:38-39). Yang dimaksud dengan air hidup ini adalah Roh Kudus.
Roh Kudus membuat kita memiliki persekutuan yang erat dengan Bapa. Di dalam Roma 8:15-16 dikatakan, bahwa karena Roh Kudus, maka kita dapat berseru Abba, ya Bapa kepada Allah. Ia diam di dalam diri kita, agar kita memiliki persekutuan yang intim dengan Allah. Ketika kita intim dengan Allah, maka kita akan hidup dalam kepuasan yang penuh. Kepuasan yang memberikan damai sejahtera, meskipun kita menghadapi banyak persoalan.
Karena itu, penting sekali untuk kita membangun hubungan pribadi agar lebih intim dengan Bapa. Kita harus menjadi penyembah-penyembah benar, yang menyembah Bapa di dalam roh dan kebenaran, niscaya kita akan dipuaskan-Nya dan senantiasa dipenuhi dengan Roh Kudus.
Doa: “Roh Kudus, aku mau membangun persekutuan pribadiku dengan-Mu, karena hanya di dalam-Mu, aku akan mengalami kepuasan dan damai sejahtera yang penuh. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung