Renungan Harian 18 Juni 2022

Renungan Harian 18 Juni 2022 - MENJADI AYAH DI TENGAH SODOM – Efesus 6:4. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati

Renungan Harian 18 Juni 2022

MENJADI AYAH DI TENGAH SODOM Renungan Harian 18 Juni 2022

Kejadian 13:1-13

Efesus 6:4. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Renungan Harian 18 Juni 2022

Lot adalah tokoh yang kontroversial. Ia disebut orang benar dalam 2 Petrus 2:7-8, akan tetapi jalan kehidupannya tidak mulus. Ia hidup di tengah zaman dan tempat yang penuh tantangan. Ia menetap di kota-kota lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. Penduduk Sodom adalah orang-orang fasik. Lot tahu hal itu, tetapi ia memilih tinggal di sana.

Ketika Allah mengutus malaikat untuk menyelamatkan keluarganya, Lot menampung kedua malaikat itu di rumahnya. Malam harinya, penduduk Sodom mendatangi Lot dan ingin melecehkan kedua malaikat itu secara seksual. Apa solusi yang Lot tawarkan? Ia menawarkan kedua anak perempuannya. Ketika keluar dari Sodom, Lot kehilangan isterinya yang tidak rela meninggalkan hartanya. Prahara berlanjut. Kedua anak perempuan Lot membuat ayahnya mabuk sehingga terjadilah inses dalam keluarga itu. (Kej. 19:1-38).

Kehidupan keluarganya hancur karena Lot gagal menjadi pemimpin yang berpengaruh dalam keluarganya. Bermula dari kedekatan tempat tinggalnya dengan Sodom. Dekat bukan saja secara fisik, tetapi secara pengaruh. Budaya Sodom memengaruhi pola pikir dan hidupnya. Ia tidak menganggap serius peperangan rohani dan moral yang terjadi antara kebenaran Allah dengan kefasikan Sodom.

Ayah adalah pemimpin dalam keluarga. Ia harus mewaspadai penyusupan budaya dunia ke dalam rumah tangga orang beriman. Kita memang tinggal di dalam dunia, tetapi bukan dari dunia (Yoh. 17:15-16). Kita harus tahu batas, sejauh mana kita berkecimpung di tengah dunia. Menjaga jarak artinya kita kritis terhadap pikiran, ajaran, dan praktik hidup dunia ini. Tidak semua yang ada di dalam dunia salah, tetapi tidak semua juga benar.

Para ayah, mintalah anugerah Tuhan agar kita sanggup membawa keluarga kita hidup di hadapan Allah.

Doa: “Ya Allahku, biarlah para ayah dapat memimpin keluarganya ke jalan-Mu di tengah dunia ini. Amin.”

Bacaan Setahun: 1 Tawarikh 7-8; Yohanes 13:21-38.

 

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini  

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …