CARANYA
Yakobus 3:1-12
Amsal 12:18. “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.”
Ada begitu banyak masalah dalam kehidupan yang harus kita hadapi. Salah satunya jika terjadi kesalahpahaman. Kita harus mengkonfrontasikan dengan lawan bicara kita. Hal ini sangat tidak mudah karena semua harus dilihat dari tujuan konfrontasi itu. Kita harus menghadapi seseorang dengan penuh kasih.
Sebuah renungan memberi tiga cara yang bisa kita pakai agar pesan yang kita sampaikan diterima oleh orang yang kita kasihi tersebut.
- Katakan dengan bijak.
Amsal 16:21 mengatakan, “Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.” Kita tidak akan pernah bisa meyakinkan orang lain apabila kita kasar. Sebaliknya, semakin manis kata-kata kita, semakin meyakinkan orang lain.
- Katakan dengan penuh kasih.
Paulus mengatakan dalam 2 Korintus 6:13a, “Maka sekarang, supaya timbal balik aku berkata seperti kepada anak-anakku.” Jangan pernah menggunakan kebenaran sebagai tongkat pemukul! Sebaliknya, sampaikanlah dengan cara yang penuh kasih.
- Katakan dengan lemah lembut.
Galatia 6:1a mengatakan, “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut,….” Menjadi lemah lembut berarti kita mengecilkan volume suara kita ketika berbicara dengan seseorang, sambil menunjukkan kerendahan hati kita. Jangan masuk sebagai seorang yang menghakimi.
Doa: “Roh Kudus tolong kami agar mampu mengatasi setiap masalah dengan bijaksana. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung