Hakim-Hakim 11:1-11
Hakim-Hakim 11:32. “Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.”
Adakalanya Tuhan bertindak dan memilih seseorang di luar batas pemikiran manusia. Bagaimana tidak Allah memilih seorang Yefta yang dari latarbelakang tidak disukai oleh kalangan keluarganya sendiri, terlebih lagi bapanya mengusir dari rumahnya, disebabkan oleh karena Yefta adalah anak perempuan sundal yang ditampung di sebuah keluarga terhormat. Namun, dikarenakan lahirnya dari perempuan sah keluarga terhormat ini, maka demi harta warisan seorang anak perempuan sundal mengalami hal pahit, yaitu dia diusir. Singkat cerita, Yefta bergaul dengan orang-orang yang berlatarbelakang penjahat, mereka sering berpetualang dan pergi merampok, dan dapat diasumsikan anak ini tumbuh menjadi seorang yang jahat dan tidak akan disukai oleh banyak orang.
Pada saat negrinya dijajah oleh satu bangsa yang bernama bani Amon, setelah negri ini mengalami desakan dari bangsa lain, maka para tua-tua bermusyawarah untuk mencari seorang pemimpin yang berani dan mempunyai kemampuan, dan mereka menemukan bahwa calon yang tepat untuk menjadi pemimpin mereka itu adalah Yefta. Dapat disimpulkan pemuda ini mungkin mengalami kepahitan batin, terbukti dalam percakapannya. Hakim-Hakim 11:7-8, ”Bukankah kamu sendiri membenci aku dan mengusir aku dari keluargaku? Mengapa sekarang kamu datang kepadaku ketika kamu terdesak?”
Tetapi Yefta memberi “pengampunan” kepada tua-tua itu dan mengajukan syarat, yaitu apabila dia mau maju berperang asal tua-tua serta seluruh negri mau dipimpin olehnya. Singkat cerita, utusan yang dikirim ke raja bani Amon tidak didengar, padahal Yefta melakukan negosiasi agar bani Amon mundur dan tidak menjajah. Lalu Roh Tuhan menghinggapi Yefta, sehingga Ia maju berperang dan menimbulkan kekalahan yang besar atas Bani Amon.
Sejarah mencatat, bahwa bila seseorang memiliki “hati pengampun”, maka karakter seseorang bisa diubah, latar belakang yang sangat gelap bisa memiliki kehidupan yang sangat terang, dan bisa dipakai oleh Allah untuk menjadi pahlawan yang luar biasa. Jadi, buanglah segala akar pahit, lepaskanlah pengampunan, maka Anda akan siap dipakai Tuhan untuk pekerjaan-Nya yang besar.
Doa: “Tuhan Yesus, kami tidak mau terus menyimpan kepahitan yang membuat hidup kami dipenuhi dengan amarah, kebencian dan kekalahan. Kami mau mengampuni, agar damai sejahtera dan sukacita-Mu melimpah atas kami dan siap untuk dipakai menjadi alat-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
