JIKA
Yohanes 15:9-13
Yohanes 3:16. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Ada sebuah tulisan dari Amy Carmicahel, seorang misionaris yang pernah melayani di India. Tulisan ini sangat bagus untuk direnungkan:
Jika saya mengecilkan orang-orang yang saya layani, membicarakan semua kelemahan mereka, membandingkannya dengan apa yang saya anggap merupakan kelebihan saya, jika saya mengambil sikap superior, melupakan “Siapa yang membuat engkau berbeda dari mereka dan apa yang engkau punya yang engkau peroleh sendiri?”, saya tidak tahu apa-apa tentang kasih Kalvari.
Jika saya mudah tersinggung dan jika saya merasa puas untuk terus dalam ketidakramahan itu, walaupun persahabatan sebenarnya dapat terjalin, saya tidak tahu apa-apa tentang kasih Kalvari.
Jika saya merasa pahit terhadap mereka yang mengutuki saya, yang menurut saya tidak adil – padahal jika mereka mengenal siapa saya sebenarnya, mereka akan semakin mengutuki saya, saya tidak tahu apa-apa tentang kasih Kalvari.
Ada juga ucapannya yang terkenal: “Seseorang dapat memberi tanpa mencintai, tapi seseorang tidak dapat mencintai tanpa memberi.”
Mari kita belajar mengasihi seperti Allah yang merelakan Anak-Nya datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan yang terhilang. Mengasihi seperti Yesus telah lebih dulu mengasihi kita.
Doa: “Kami mau mengasihi seperti Engkau mengasihi kami, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung