Renungan Harian (18 Desember 2015)

18KADO NATAL

Yohanes 3:6-18

Yohanes 3:16. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kebiasan untuk memberi kado Natal bagi sang istri adalah hal yang biasa bagi Marsel, namun tahun ini keadaannya agak berbeda. Karena keuangan mereka sangat terhimpit dan penghasilan pun hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. Namun, keinginan yang kuat untuk memberikan kado yang mahal dan indah kepada sang istri di hari Natal tak dapat dibendung. Akhirnya diputuskannya untuk menjual arloji yang begitu ia sukai. Arloji itu tidak pernah dipakainya karena dia takut rusak, sehingga begitu dijual bernilai sangat mahal, karena masih terlihat baru.

Ternyata sang istri pun memiliki niat yang sama, dia ingin membarikan kado yang berguna bagi suaminya. Lia pun berniat menjual cincin emas kesayangannya. Cincin itu dibeli dengan uangnya sendiri saat dia masih remaja, hasil juara satu membuat cerpen (cerita pendek) di kampusnya. Karena cincin itu terlalu berharga bagi dia, sehingga dia tidak pernah memakainya karena takut hilang atau patah. Namun, sekarang ia mau menjual cincin itu agar dapat membelikan kado bagi suaminya.

Malam Natal pun tiba, mereka berdua saling bertukar kado, saat Marsel membuka kadonya ternyata Arloji yang mahal dan yang tidak asing lagi bagi dia, itu adalah arloji yang dia jual. Istrinya pun mendapat kado yang mengejutkan kerena mendapat kado cincin dari sang suami, cincin emas yang tidak asing lagi bagi dia.

Suatu hadiah bukanlah hadiah jika tidak menimbulkan suatu pengorbanan dalam diri kita. Yesus memberikan diri-Nya yang terbaik untuk kita. Ia memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, untuk meyelamatkan hidup kita, supaya kita bersama-sama dengan Dia untuk selama-lamanya. Ia mau datang ke dunia ini untuk kita, Dia mau merendahkan dirinya untuk kita, bahkan mati untuk kita. Dia adalah kado terindah dari Bapa untuk kita.

Doa: “Tuhan Yesus, mampukan aku untuk mengasihi lebih dari apa pun, dan ajar aku rela berkorban untuk-Mu karena Kau lebih dahulu mengasihi u dan berkorban untukku. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …