
MERINDUKAN KEBANGKITAN
1 Korintus 15:12-23
1 Korintus 15:20. “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.”
Apakah dasar kita untuk berharap akan kebangkitan daging? Sebuah perumpamaan: Jika Anda menanam pohon pepaya, sepuluh sampai dua puluh buah pepaya kecil akan bergantungan di pohon itu. Akan ada satu buah yang menjadi masak paling dulu. Itulah yang disebut buah sulung.
Dalam 1 Korintus 15:23 Yesus disebut sebagai buah sulung, yaitu buah sulung kebangkitan. “Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal dunia.” (1 Kor.15:20).
Pengharapan Kristen bersumber pada apa yang sudah pernah ada, berbeda dengan pengharapan secara umum yaitu timbul karena ketiadaan sesuatu itu. Itulah dasar pengharapan Kristen tentang kebangkitan.
Kebangkitan Yesus adalah ibarat buah sulung dari pohon pepaya tadi. Karena buah sulung itu telah bisa dipetik, maka ada perspektif, bahwa buah-buah berikutnya pada waktunya nanti juga akan bisa dipetik. Paulus berkata, “Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus” (2 Kor. 4:14).
Karena itu tidak masalah apa yang akan terjadi dengan jenazah kita nanti. Bisa saja kita membuat pernyataan akan menyumbangkan bagian-bagian tubuh kalau kita meninggal dunia untuk kepentingan pengobatan dan ilmu kedoteran. Bisa saja jenazah kita dikremasikan, bisa saja dimakamkan atau apa pun juga lainnya.
Sebab bersama Rasul Paulus kita percaya dan berharap, bahwa Allah sanggup memberikan tubuh seperti yang dikehendaki-Nya. Puji Tuhan.
Doa: “Kami percaya, bahwa kami akan dibangkitkan bersama-sama dengan Yesus. Kematian tidak akan menakutkan kami. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 3:1-20; Roma 3:1-8; Mazmur 125-126; Bilangan 30
GBI Pasir Koja 39 Bandung