Markus 10:1-16
Markus 10:15. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”
Banyak orang datang kepada Tuhan bukan untuk mencari kebenaran. Banyak sekali orang merasa sudah benar dan datang kepada Tuhan untuk membuktikan dirinya benar, termasuk membenarkan dosa-dosa mereka. Beberapa waktu yang lalu, seorang teman yang perokok Kristen, menanyakan apakah boleh merokok? Sesuatu yang yang sebenarnya tidak perlu dipertanyakan. Sesuatu yang buruk dan merusak tidak harus dipertanyakan. Tetapi banyak orang ingin menikmati dosa tanpa disalahkan dan ingin dibenarkan, minimal mencari kambing hitam. Ketika dijawab merokok itu dilarang, langsung dijawab, “emang ada ayatnya?” Ada banyak kebenaran-kebenaran Alkitab, dipertanyaan karena manusia tidak tulus terhadap Tuhan. Alkitab bukan untuk diperdebatkan, namun dibaca, direnungkan dan ditaati.
Tuhan Yesus pernah diperhadapkan dengan hal-hal seperti ini. Orang Farisi datang kepada Tuhan Yesus untuk mencobai-Nya. Orang Farisi membenarkan tentang perceraian karena ada surat izin dari Musa. Sebenarnya hal seperti itu tidak perlu dipertanyakan. Dengan tegas Tuhan Yesus menyatakan, bahwa hal itu adalah ketegaran hati mereka, sehingga Musa mengizinkannya. Sekarang orang Farisi yang mengerti firman Tuhan masih mempertanyakannya. Maksud mereka bukan tulus untuk mengetahui kebenaran Alkitab, tapi lebih kepada ingin menjebak Tuhan Yesus. Mereka ingin melegalkan perceraian dan sekaligus menjebak Tuhan Yesus. Dengan gamblang Tuhan Yesus menyatakan kebenaran, bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan, kemudian mereka menjadi satu daging dan tidak boleh diceraikan manusia.
Selanjutnya Tuhan Yesus menjelaskan ketulusan dari anak-anak dalam menyambut Kerajaan Allah. Tuhan Yesus menyatakan, bahwa anak-anaklah yang empunya kerajaan Allah. Anak-anak tidak seperti orang Farisi, yang banyak berdalih ingin dibenarkan. Hati mereka tidak setulus hati anak-anak.
Bagaimanakah sikap hati kita dalam menyambut pengajaran firman Tuhan, masihkah kita berdalih untuk menaatinya? Sebenarnya hati nurani kita berbicara dengan kebenaran, namun terkadang kita menjadi bebal karena ingin menikmati dosa-dosa kita. Marilah kita seperti anak-anak yang tulus hati dalam menyambut Kerajaan Allah. Membaca,merenungkan dan menaatinya!
Doa: “Kami mau memiliki hati yang tulus dalam menyambut pengajaran firman-Mu, ya Allah. Tidak berdalih atau berbantah tetapi merenungkan dan menaatinya. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
