KORUPSI?
Lukas 19:1-10
Amsal 10:22. “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”
Korupsi merupakan kata yang sangat sering kita dengar di koran, televisi, radio, maupun buku. Untuk mendapat dukungan, setiap calon presiden pasti mengusung isu pemberantasan korupsi sebagai salah satu program. Korupsi adalah penyakit masyarakat yang tidak mudah diberantas hanya dengan penegakan hukum dan pemberian sanksi yang berat. Untuk menghilangkan keinginan korupsi diperlukan perjumpaan pribadi dengan Tuhan.
2000 tahun lalu, Zakheus sudah melakukan korupsi. Ia memanfaatkan jabatan sebagai kepala pemungut cukai untuk mengumpulkan uang bagi diri sendiri. Zakheus pun menjadi kaya raya dan terkenal. Namun, di tengah kesuksesan, ia merasa hidupnya kosong dan tidak bahagia. Orang-orang membenci dan menjauhinya. Ia dicap sebagai pengkhianat bangsa (karena bekerja untuk pemerintah penjajah) dan orang berdosa.
Ketika mendengar Yesus mau lewat di daerahnya, ia bergegas-gegas lari melihat Yesus, tetapi karena tubuhnya pendek dan ada ribuan orang mengelilingi Yesus, ia tidak bisa melihat apa-apa. Tak kurang akal, ia pun naik ke atas pohon sehingga pandangannya tidak terhalang. Ketika Yesus tiba dekat pohon yang ia naiki, Ia menoleh ke atas dan berkata kepadanya, “Zakheus, turunlah. Hari ini aku harus menumpang di rumahmu.” Zakheus segera turun dari pohon dan dengan sukacita menyambut Yesus di rumahnya.
Melalui perjumpaan dengan Yesus, hidup Zakheus berubah. Ia tidak lagi mencintai uang dan melakukan korupsi, tapi mencintai Tuhan lebih dari segalanya. Perjumpaan dengan Yesus adalah satu titik balik dalam kehidupan kita, yang mengubahkan cara kita bekerja dan melayani. Perjumpaan dengan Kristus seyogyanya membuat kita berubah dalam cara kerja kita juga. Salah satunya tidak korupsi. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, kami milik-Mu karenanya kami pun mau hidup sebagai orang yang mencerminkan Engkau dalam hidup kami.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung