Renungan Harian (17 Oktober 2015)

17JADI KIPAS ANGIN

Ibrani 10:24-25

Mazmur 119:79. “Biarlah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.”

Tahukah Anda kalau sudah hampir dua abad konsep mengenai kipas angin konvensional belum pernah berubah? Kipas angin pertama kali dibuat di timur tengah pada awal abad 19. Kipas angin pertama kali berbentuk kipas angin atap yang mulai dikenal masyarakat pada tahun 1860-an.

Cara kerjanya digerakkan oleh putaran air yang menggerakkan semacam sabuk yang dihubungkan secara manual dan memiliki kemampuan untuk menggerakkan beberapa kipas angin sekaligus. Kemudian masuklah kipas angin elektrik ke pasar tahun 1880-an.

Ngomong-ngomong tentang kipas angin, saya sangat menyukai sekali makanan yang bernama sate yang sangat berhubungan dengan kipas angin. Hampir seminggu dua kali saya menyempatkan diri untuk makan sate di tempat langganan saya. Ada sebuah pemandangan yang selalu sama, yaitu ketika saya melihat bara api yang membakar setiap keratan daging tersebut. Sesekali api bisa padam jika tidak dikipasi. Baru ketika ada bantuan kipas, bara api dapat tetap dipertahankan nyalanya. Hari-hari ini, kipas manual telah diganti dengan kipas angin listrik oleh tukang sate.

Lalu terlintas pula di benak saya ketika saya melihat orang-orang percaya yang pada mulanya memiliki yang memiliki bara api cinta yang begitu kuat kepada Yesus. Tetapi sesekali bara api itu akan redup bahkan hampir padam. Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan sesama anak-anak Tuhan untuk menjadi ‘kipas angin’ yang membantu mereka kembali menyala bagi Kristus, dan kembali memiliki cinta yang berkobar kepada Yesus.

Milikilah hati yang rindu untuk membantu saudara-saudara kita yang hatinya sudah mulai padam, sehingga membuat mereka dapat kembali memiliki api cinta yang berkobar kepada Kristus. (NK).

Doa: “Bapa di sorga, biarlah kiranya kami terus saling memperhatikan dan saling mendorong dalam kasih supaya bara api cinta kami kepada-Mu tidak akan pernah padam. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …