
ADA KUASA DALAM PUJIAN DAN PENYEMBAHAN
Mazmur 46:1-12
Mazmur 46:2. Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Makin mengenal Allah, makin kita menyadari keterbatasan kita. Makin dekat Tuhan, makin kita alami kuasa dan kasih-Nya, yang memampukan kita menaikkan pujian dan hormat bagi-Nya. Dalam menaikkan pujian, hati kita benar-benar harus hanyut oleh kebaikan Allah hingga penuh dengan rasa kasih dan ucapan syukur kepada-Nya. Tuhanlah yang harus dipuji dan disanjung-sanjung, sebab Ia adalah sumber segala kebaikan. Kepada nama-Nya, kita harus mengarahkan puji-pujian kita, seraya mempersembahkan syukur kepada nama-Nya yang kudus.
Dengan jiwa dan segenap batin kita harus memuji Allah. Semua orang percaya harus mampu memanjatkan puji syukur kepada Allah, karena Allah telah menganugerahkan kasih dan pengampunan-Nya. Semua tindakan Allah ini harus menjadi dasar pujian dalam sukacita kekristenan kita.
Sebagai orang yang telah dianugerahi kasih dan pengampunan, kita harus mendisiplin diri untuk senantiasa belajar memuji Tuhan dengan dasar kebenaran firman Tuhan dan dengan penghayatan segar dalam ibadah kita kepada Tuhan. Itulah yang dapat kita lakukan sebagai respons umat tebusan.
Jangan gentar karena situasi yang meresahkan di sekitar kita, tetapi takjublah karena Dia selalu hadir dan berkarya dalam peristiwa segelap apa pun. Percayalah ada kuasa dalam pujian dan penyembahan.
Doa: “Tuhan ajarkanku tetap memuji Engkau senantiasa, karena dalam pujian dan penyembahan kepada-Mu ada kuasa. Amin.”
Bacaan Setahun: 1 Yohanes 3:7-10; Titus 3:9-15; Yehezkiel 16:15-52; Amos 3
GBI Pasir Koja 39 Bandung