Kejadian 25:20-21
Kejadian 25:21. “Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung.”
Perkembangan era digital masa kini memungkinkan para netizen (pengguna internet) bisa mendapatkan berbagai informasi dari seluruh situs-situs berita maupun sosial media yang eksis 24 jam nonstop setiap harinya. Internet bila penggunaannya tepat akan memberikan keuntungan dan manfaat yang besar, karena kita akan mendapatkan informasi-informasi yang sangat dibutuhkan dalam waktu cepat, dan kita juga dapat berhubungan dengan siapa saja di belahan dunia mana pun kapan saja. Selain itu kita bisa mengirim dokumen kemana saja dengan mudah dan cepat.
Tetapi, para netizen bisa saja mendapatkan berita yang tidak ‘real’ dan isi informasi yang terkadang tidak benar. Berita yang tidak benar itu disebut “hoax”. Hoax dibuat oleh orang yang sebagian iseng, tapi ada sebagian dibuat oleh orang-orang yang memang memiliki maksud untuk menyesatkan. Mereka membuat berita hoax tanpa memikirkan akibatnya, yang bisa memberikan dampak kecemasan, ketakutan dan keresahan. Contohnya, dikabarkan akan terjadi tsunami besar, tentu saja akan membuat orang-orang yang tinggal di daerah pantai akan cemas, padahal setelah ditunggu secara realitas tidak terjadi. Sebagai netizen, kita harus semakin berhati-hati dalam menanggapi dan mempercayai suatu berita yang tersebar di dunia maya.
Hoax dan realitas bertentangan, dan kadangkala iman seseorang bisa goyah bahkan padam, ketika seseorang percaya kepada berita hoax. Kita bisa belajar kepada Ishak dalam menghadapi berita hoax, bahwa istrinya Ribka mandul. Pertama-tama yang Ishak lakukan adalah berdoa kepada Allah. Lalu Ishak beriman kepada Allah, dan hasilnya Ishak pun menang melawan pergumulan imannya (Kejadian 25:21)
Puji Tuhan, Alkitab menyaksikan bahwa, berita hoax bisa dikalahkan lewat doa dan iman kepada Allah.
Doa: “Ya Tuhan Yesus, apa pun berita yang kami dengar, kami hanya akan tetap berpegang teguh kepada firman-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
