MANUSIA ROH YANG PERKASA
Mazmur 15:1-5
Mazmur 15:5. “Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.”
Alkisah, pada jaman dahulu hidup seorang yang diangkat menjadi raja melalui kejadian dan tanda-tanda supranatural. Raja ini sungguh berkuasa dan tidak ada satupun musuh yang dapat mengalahkan dia dalam berperang. Sayangnya raja ini hanya memiliki penampilan luar yang sangat gagah, namun ia tidak memiliki manusia roh yang kuat.
Ketika dia berbuat kesalahan dia hanya mencari dalih dan tidak mau mengakui kesalahannya, dia juga tidak berpegang kepada janjinya karena ada benturan kepentingan. Ketika ia ditekan oleh orang banyak maka ia pun segera berkompromi dan mengikuti keinginan mereka. Ketika dia merasa takut, dia berani untuk melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Akhirnya Tuhan menyingkirkan dia dari tahtanya dan mengangkat raja Daud sebagai penggantinya.
Banyak orang kagum terhadap orang yang pandai berkotbah, atau memiliki karunia untuk menyembuhkan penyakit, atau memiliki kesaksian hidup yang terdengar ‘wah’ dan sangat supranatural. Namun, kekuatan rohani seseorang tidaklah diukur berdasarkan hal-hal tersebut di atas. Kekuatan rohani sejati terletak pada manusia roh kita. Hal ini diukur melalui hal-hal yang kita hadapi sehari-hari seperti: berani mengakui kesalahan, bersedia meminta maaf, mempertahankan integritas, berpegang pada janji sekalipun rugi, tidak mengkhianati teman di belakang mereka, dan lain-lain.
Kita tidak perlu silau dengan segala pertunjukan ‘wah’ dari seseorang karena sehebat apa pun seseorang itu, semuanya hanyalah karena anugerah Tuhan belaka. Bukankah firman Tuhan mengatakan bahwa Ia adalah Allah yang menyelidiki hati dan menguji batin kita? Karena itu lebih penting untuk membangun manusia roh kita dan hidup berkenan kepada Allah daripada hanya mencari pujian manusia belaka. (NK).
Doa: “Kami mau membangun manusia roh kami dengan menghidupi hidup berkenan kepada-Mu, Tuhan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung