Renungan Harian (17 Maret 2016)

17SETIAP WAKTU ATAU HANYA SAAT MUSIMNYA?

Markus 11:11-26

Markus 11:13. “Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.”

Segala sesuatu yang mati adalah tidak berguna karena membutuhkan bantuan. Misalnya boneka, mainan, atau akan menjadi sampah, misalnya tanaman yang mati dan bahkan manusia menjadi menakutkan, tatkala ia mati menjadi mayat. Tuhan Yesus tidak menyukai kematian, karena kematian melambangkan kekalahan dan ketidak bergunaan (Markus 16:6).

Kutukan Tuhan Yesus atas pohon ara yang tidak berbuah merupakan tanda profetis melawan ketidak percayaan dari mereka yang menolak pengajaran-Nya. Pohon ara tidak berbuah memang karena belum musimnya. Pohon ara bergantung kepada musimnya, tetapi kita sebagai orang percaya digambarkan sebagai ranting pokok anggur dan Yesus adalah pokonya. Jika kita tetap melekat pada pokok anggur yang benar, maka kita akan berbuah lebat.

Apakah kita hidup tetapi sesungguhnya mati karena tidak menghasilkan buah? Atau berbuah kalau saat musimnya (saat tertentu saja), misalnya: saat Paskah, Natal dll. Tidak! Tuhan Yesus ingin kita berbuah setiap waktu. Caranya? melekat kepada-Nya.

Setiap saat, Yesus mengamat-amati kita. Adakah Ia selalu menemukan sesuatu yang diharapkan dari hidup Anda??? Jangan menunggu Ia mencampakkan Anda, karena tidak menemukan sesuatu yang harusnya Anda hasilkan.

Doa: “Tuhan Yesus, kami mau terus melekat kepada-Mu, agar hidup kami senantiasa menghasilkan buah bagi kemuliaan nama-Mu. Amin.”

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …