Yosua 24:14-31
Yosua 24:15. “…Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Guilemot adalah sejenis burung laut yang senang hidup berkelompok. Ribuan burung ini hidup bersama di puncak tebing dan batu karang yang sulit dijangkau. Jika ada burung lain atau musuh mencoba menyerang mereka, seluruh kawanan burung itu bersatu memekik dan mematuk musuh mereka. Kebersamaan dan kepandaian mereka “mencari tempat berlindung” itulah yang menyelamatkan kawanan burung ini.
Kebersamaan burung Guilemot bisa menjadi contoh bagi orang percaya dalam belajar dan memaknai kebersamaan hidup berdampingan dalam persekutuan, sehingga bisa membantu dan melengkapi satu sama lain, tekun berdoa dan saling mendukung dan menopang. Sepeninggalan Yosua, para tua-tua, dan angkatan sezamannya, muncullah angkatan (generasi) baru yang tidak mengenal Tuhan atau perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. Generasi baru bangsa itu berulang kali melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Mereka meninggalkan Tuhan dan mengikuti allah-allah bangsa lain di sekitarnya. Penyembahan kepada allah lain telah mengakibatkan kemerosotan moral bangsa Israel. Bangsa itu telah menyimpang dari jalan kebenaran dan hal itu menyakitkan hati Tuhan. Akibatnya, Tuhan murka dan menyerahkan mereka dalam penindasan musuh-musuh mereka.
Sadarkah kita, bahwa bahaya gaya hidup hedonisme setiap saat mengancam generasi kita yang bisa merusak dan menghancurkan masa depan anak-anak kita? Apa yang harus kita lakukan untuk membentengi generasi yang ada di bawah kita? Penyebab utama generasi baru bangsa Israel meninggalkan Tuhan adalah tidak adanya pengenalan akan Tuhan. Kita memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi selanjutnya untuk siap menghadapi ancaman dari dunia ini yang semakin masif. Orang tua dan gereja harus benar-benar menanamkan keimanan dengan memperkenalkan Kristus dan nilai-nilai moralitas kristen. Kesiapan generasi penerus menghadapi tantangan dan ancaman bahaya dari dunia yang jahat ini bergantung dari apa yang kita kerjakan bagi mereka saat ini. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, jadikan kami alat untuk dapat Kaupakai menjadi pendidik generasi yang akan datang menjadi generasi yang tangguh dan kuat berpegang pada prinsip Alkitabiah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
