Yosua 24:14-28
Yosua 24:20. “Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu.”
Apa yang dimaksud dengan penyembahan berhala? Penyembahan berhala adalah segala sesuatu yang memisahkan kita dari Allah. Segala sesuatu yang menjadi prioritas yang lebih tinggi dari Allah, entah itu harta, hobi, kebiasaan, pergaulan, dll. Contohnya, bagi penggemar burung yang kini sedang marak, kerap pertandingan diadakan pada hari Minggu. Jika karena lomba tersebut, Anda menjadi absen beribadah, maka Anda sedang menduakan Allah. Jika aktivitas pekerjaan Anda membuat Anda tidak punya waktu untuk bersekutu dengan Allah, maka aktivitas itu telah menjadi berhala di dalam hidup Anda. Jika gadget begitu menyita perhatian Anda, bahkan saat ibadah pun Anda terus disibukkan dengan gadget Anda, maka gadget telah menjadi berhala di hidup Anda.
Yosua mengatakan kepada bangsa Israel, bahwa bangsa mereka akan hancur jika mereka bertahan dalam penyembahan berhala, dan jiwa mereka akan menderita kematian kekal. Yosua 24:15b, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Dengan kata lain ia berkata, bahwa mereka harus membuat keputusan hari ini, apakah mereka ingin melayani berhala atau Allah yang hidup. Dan ia menegaskan, bahwa ia dan keluarganya memilih untuk beribadah dan melayani Allah.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda berdiri di pilihan yang sama dengan Yosua? Tidak peduli berapa pun harganya? Ingat, bahwa jika Anda memilih untuk sepenuhnya hidup takut akan Allah seperti Yosua, maka Anda pun akan menikmati sebuah kehidupan yang di mana satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi (Yos. 23:14b).
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau melepaskan segala sesuatu yang memisahkan kami dari persekutuan dengan-Mu, entah itu hobi, kebiasaan, karakter atau dosa. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
