
NATAL ADALAH MEMBERI – BELAJAR DARI ORANG MAJUS
Matius 2:1-12
Matius 2:11. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Kisah orang majus yang dengan tekad kuat menempuh perjalanan lintas negara untuk mencari Raja yang baru lahir dan dengan mempercayakan diri pada pimpinan bintang, tanpa tahu persis di manakah tempat Raja itu, siapa nama-Nya, dan seperti apa rupa-Nya. Sikap dan respons yang positif dapat dilihat dalam diri orang majus terhadap firman Allah yang dinyatakan melalui nubuat kelahiran Yesus, patut untuk kita tiru. Itulah respons yang tepat dan mulia karena mendengar dan mengetahui firman saja memang tidak cukup. Sebuah tindakan nyata harus diwujudkan sebagai respons positif terhadap firman yang didengar dan diketahui.
Sikap dan respons yang positf juga terlihat ketika mereka menemukan Sang Raja, hati mereka dipenuhi sukacita, mereka menyembah bayi Yesus, membuka tempat harta bendanya, dan memberikan persembahan kepada-Nya. Persembahan yang diberikan orang majus menunjukkan pengakuan mereka, bahwa bayi Yesus adalah Raja. Bukan bahwa kelak Ia akan jadi Raja, tetapi Ia sudah terlahir sebagai Raja.
Kisah di hari Natal ini membuat kita harus merenung, adakah sikap, semangat, dan kesungguhan hati orang majus juga bergelora di hati kita? Adakah komitmen baru untuk memberikan yang terbaik bagi Yesus sebagaimana Ia telah memberikan yang terbaik bagi kita?
Doa: “Engkau sudah memberikan yang terbaik, ajarkan kami juga memberikan yang terbaik bagi Engkau juga ya Yesus. Terimakasih. Amin.”
Bacaan Setahun:Wahyu 12:1-9; Ibrani 10:19-30; Yehezkiel 46:19-47:20; Zakharia 3.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung