
KELAHIRAN YESUS
Lukas 2:9-11
Lukas 2:11. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Kelahiran seorang bayi biasanya disambut dengan berbagai persiapan yang menyibukkan orangtuanya, terlebih kelahiran bayi pertama. Tetapi berbeda dengan kisah kelahiran Yesus. Lahir di tempat yang sederhana dan dalam keluarga relatif sederhana pula. Kesederhanaan ini makin jelas bila dibandingkan dengan kelahiran Yohanes, anak Zakharia. Ayah Yohanes adalah seorang imam, sedang ayah Yesus seorang tukang kayu. Pemberitahuan kelahiran Yohanes terjadi di Bait Allah di Yerusalem, pusat peradaban Yahudi; sementara kelahiran Yesus diberitahukan di kota kecil bernama Nazaret. Kelahiran Yohanes terjadi di rumah, sedang Yesus lahir di sebuah kandang hewan. Bayi Yohanes diletakkan di tempat tidur nyaman, sementara bayi Yesus di palungan.
Kelahiran Yohanes dirayakan kerabat dan tetangga, sedang kelahiran Yesus hanya dihadiri para gembala yang merupakan kelompok yang sederhana. Ini terjadi karena Yusuf dan Maria harus pergi meninggalkan Nazaret ke kota asalnya yaitu Betlehem untuk mendaftarkan diri dalam sensus yang diadakan pemerintahan Romawi. Namun demikian, kelahiran Yesus mengundang kehadiran malaikat surgawi, yang menyatakan bahwa kelahiran Yesus merupakan kesukaan besar untuk seluruh bangsa.
Tetapi bukan kesederhanaan yang menjadi topik penting kisah kelahiran ini. Dia yang lahir, itulah makna pentingnya. Karena Yesus lahir, maka ada harapan bagi dunia ini untuk tidak lagi tenggelam dalam lumpur dosa dan terjerat dalam belenggu maut. Kelahiran-Nya memberikan kesempatan kepada dunia untuk beroleh kasih karunia Allah. Ia membuka jalan bagi manusia untuk berdamai dengan Bapa. Bagaimana respon kita pada Dia yang telah lahir?
Doa: “Tuhan Yesus, bantulah kami agar kami dapat menjadikan hati ini sebagai palungan tempat kelahiran-Mu agar kami pun dapat menikmati sukacita Ilahi itu. Amin.”
Bacaan Setahun: Wahyu 12:1-9; Ibrani 10:19-30; Yehezkiel 46:19-47:20; Zakharia 3.
GBI Pasir Koja 39 Bandung