Renungan Harian, 17 Agustus 2019

DAMPAK DARI KEMERDEKAAN

Yohanes 8:30-36

Yohanes 8:36. “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”

Ayat yang kita baca hari ini menegaskan, bahwa kemerdekaan sejati hanya dapat kita terima dari Allah, bukan dari yang lain. Kemerdekaan yang diberikan kepada kita ini bersifat mutlak, sesuai dengan kehendak dan tuntunan Roh Kudus. Akan tetapi, meskipun telah dimerdekakan, kita tetap harus hidup dalam doa (1 Tesalonika 5:17), beribadah (Ibrani 10:25), membaca dan merenungkan firman Tuhan (Yosua 1:8) dan menjadi pelaku-pelaku kebenaran firman Tuhan. Bukan supaya merdeka, tetapi demikianlah mestinya hidup yang sudah dimerdekakan.

Kasih karunia Tuhan sudah memerdekakan kita dari dosa, belenggu, kelemahan, ketakutan dan kekhawatiran kita. Kita sudah sepenuhnya dimerdekakan, sehingga kita dapat membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan. Kasih karunia ini hanya diterima bagi setiap mereka yang menerima Kristus dan mengasihi-Nya.

Anda dan saya sangat berharga di mata Allah, itu sebabnya Ia merelakan Anak-Nya yang tunggal untuk memerdekakan kita, supaya kita dapat bersekutu erat dengan-Nya senantiasa. Oleh sebab itu, setiap anak-anak Tuhan harus memiliki gambaran diri positif dalam menjalani hidup. Jangan lagi memandang atau menilai diri dari cara pandang dunia. Jangan memandang rendah diri Anda karena Anda diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Anda berharga dan dikasihi Allah. Bersukacitalah dan hiduplah sebagai anak-anak yang dikasihi-Nya.

Ayat Bacaan Setahun

Yohanes 11:33-44; Galatia 6:1-10; Yesaya 61; I Raja-raja 22

Doa: “Tuhan Yesus, kami bersyukur bahwa Engkau sudah memerdekakan kami dan kini kami sudah menjadi milik-Mu. Kami mau semakin erat dengan-Mu, Bapa. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …