Renungan Harian (17 Agustus 2017)

IBU YANG “KEJAM”

Amsal 22:6. “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

Aku memiliki ibu “terkejam” di seluruh dunia. Sementara anak-anak lain bebas makan permen untuk sarapan, aku harus makan cereal, telur atau sandwich. Tetapi setidaknya, aku tidak sendirian. Adik dan dua kakak laki-lakiku mengalami hal yang sama.

Ibu kami menuntut untuk selalu tahu dimana kami berada. Ia harus tahu siapa teman kami dan dengan siapa kami jalan-jalan. Ia memberi kami ijin untuk pergi hanya selama  satu jam, tidak lebih dan tidak kurang. Kami juga harus tidur pukul sembilan di malam hari, dan bangun pukul lima di pagi hari. Ia juga membuat kami mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah, seperti menyapu, mengepel lantai, bahkan memasak. Ia pun menuntut kami untuk selalu berkata jujur.

Ketika kami remaja, ia baru mengijinkan kami berpacaran di usia matang. Kami harus pulang tepat waktu dari kencan dan meminta teman kencan kami untuk datang ke rumah dan meminta ijin dulu sebelum membawa kami. Seiring berjalannya waktu, ia menjadi semakin “kejam.” Kami tidak boleh berpura-pura sakit untuk bolos sekolah. Nilai-nilai kami tidak boleh di bawah standar.

Ketika kami dewasa, lulus dari SMA. Dengan ibu kami yang “kejam” di belakang kami, tidak ada satupun dari kami bersaudara yang drop-out. Dari empat bersaudara, setiap kami lulus kuliah, bahkan meneruskan pendidikan kami ke jenjang S2 dan bahkan S3. Dua kakak laki-lakiku melayani negara sebagai dokter di medan perang. Dan siapa yang dapat kami tunjuk sebagai penyebab semua ini? Ibu.

Ibu yang “kejam” itu memaksa kami menjadi orang-orang dewasa yang jujur dan bertanggungjawab. Aku pun melakukan hal yang sama terhadap ketiga anakku. Saya membusungkan dada bangga ketika anak-anakku menyebut saya “kejam”, karena, saya bersyukur, Ia memberikan sosok ibu yang seolah-olah “kejam”, namun justru itulah sosok Ibu terbaik, yang mendidik kami di dalam jalan kebenaran Tuhan.

Doa: “Tuhan Yesus, ajar kami untuk mendidik anak-anak kami di dalam terang firman-Mu, agar mereka kelak bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Engkau dan memuliakan nama-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …