Roma 12:1-2
Roma 12:2. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Ada sebuah kisah tentang seorang isteri yang memiliki suami berperilaku sangat kasar terhadapnya. Ia ingin sekali suaminya dapat berubah, dan ia telah berdoa untuk hal itu selama dua tahun. Melalui doanya kepada Tuhan, Ia memaksa Tuhan untuk mengubah suaminya. Tetapi, isteri ini belum juga melihat ada perubahan pada suaminya.
Hingga suatu ketika ia sadar dan tertegur melalui 1 Petrus 3:1-2. Melalui ayat ini Petrus memberitahukan bahwa seorang isteri harus memiliki sikap yang dapat menuntun suaminya hidup dalam kasih Allah, yaitu dengan cara isteri harus menghargai suaminya, tunduk kepada suami dan mengakui kepemimpinan suami sebagai kepala dalam keluarga. Ketika suami melihat perubahan pada isterinya itu, maka tanpa perkataan isterinya, suaminya dapat dimenangkan. Dimenangkan artinya, memiliki kehidupan di dalam firman Allah.
Orang percaya perlu menyadari, bahwa sesungguhnya Allah menginginkan suatu perubahan atau transformasi dalam setiap umat percaya. Roma 12:2 merupakan kunci dari transformasi sejati yang harus dialami oleh setiap orang percaya agar dapat menjangkau dan mempengaruhi pribadi atau komunitas lingkungan dimana mereka berada.
Oleh sebab itu Paulus mengatakan agar orang percaya, “Jangan serupa dengan dunia, tetapi sebaliknya menjadi serupa dengan Kristus.” Supaya tidak serupa dengan dunia, tetapi serupa dengan Kristus, menjadi garam dan terang dunia, maka kita perlu mengalami transformasi hidup dan itulah bukti sebuah kegerakan rohani yang dialami setiap orang percaya. (NK).
Doa: “Bapa, ajar saya untuk melakukan transformasi dalam kehidupanku. Biarlah melalui perubahan hidup ini dapat menjangkau lingkungan dan komunitas di mana saya berada. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
