Renungan Harian (16 September 2016)

16BEJANA

Yeremia 18:1-11

Yeremia 18:6b. “….demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!”

Untuk dapat dibentuk dengan baik, tanah liat harus berada dalam kondisi yang mudah dibentuk. Jika mengeras apalagi membatu pasti tak akan menjadi bejana yang baik, kecuali harus mengalami proses dihancurkan dan dilunakkan.

Dari kunjungannya kepada tukang periuk, nabi Yeremia belajar memahami betapa hebatnya kebesaran dan kesabaran Tuhan yang bertindak sebagai penjunan manusia. Ia penuh kasih dan pengampunan kepada manusia yang penuh kelemahan. Namun, ini tidak berarti bahwa Tuhan lalu meniadakan tindakan pengadilan-Nya. Ada waktu di mana kita harus dihancurkan dan dilunakkan untuk kembali dibentuk menjadi bejana-Nya.

Gambaran Tuhan sebagai tukang periuk dan kita sebagai tanah liat juga mengingatkan, bahwa hidup kita sangat bergantung pada anugerah-Nya. Tanpa kasih dan kesabaran Allah, tak mungkin kita dapat menjadi bejana-bejana yang baik.

Karenanya, kita harus senantiasa hidup dalam pertobatan. Jangan mengeras apalagi membatu saat firman Allah menegur dan menasihati kita. Bersedialah untuk menjadi bejana baru yang indah.

Doa: “Ya Allah, aku menyerahkan diri dan hidupku kepada-Mu. Kiranya hatiku seperti tanah liat yang lunak sehingga mudah Kau bentuk menjadi bejana-Mu yang indah. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …