Renungan Harian (16 Nopember 2017)

MUJIZAT DALAM BERSYUKUR

Ayub 1:1-22

Ayub 42:12a. “TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu;”

Sangat mudah untuk mengucap syukur dan memuji Tuhan tatkala kita sedang mendapat banyak berkat dan kesejahteraan di segala hal. Namun, ucapan syukur akan menjadi sebuah korban, bila berkat-berkat itu lenyap dan kita sedang menghadapi badai yang kuat. Ayub adalah seorang penyembah. Tatkala segala miliknya musnah, ia sujud menyembah dan berkata, “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayb. 1:21).

Saat kita mengesampingkan perasaan kita dan memutuskan untuk memuji Allah di tengah badai, ini adalah sebuah korban yang menyukakan hati Tuhan. Penyembahan seperti yang dilakukan Ayub adalah penyembahan dalam level terdalam dan termahal dari semuanya. Tanggapan kita yang benar tentang hal yang menyakitkan yang menimpa kita, itulah yang akan membungkam Iblis dan mengalirkan berkat serta kuasa Allah dalam hidup kita.

Menurut Yesaya 61:3. Pujian itu adalah seperti sebuah jubah rohani. Sementara roh beban (roh yang menimbulkan tekanan dalam hidup juga merupakan sebuah jubah). Anda dan saya memiliki kuasa untuk mengenakan atau menanggalkan jubah-jubah tersebut.

Saat ini, jika Anda sedang berada dalam kondisi yang tertekan, sedih atau marah, pilihlah untuk mengenakan jubah pujian dan menanggalkan jubah beban. Ada kuasa dan mujizat yang akan Anda alami di atas korban syukur yang Anda naikkan kepada Tuhan. Biarlah kasih karunia-Nya memampukan, menguatkan dan memberkati Anda. Haleluya!

Doa: “Kami percaya, bahwa Engkau Allah yang tidak lalai menepati janji-janji-Mu. Kami bersyukur karena kami tahu Engkau menyertai kami setiap saat, bahkan di tengah badai persoalan. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …