Keluaran 20:1-11
Keluaran 20:3. “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”
Kata ‘penyembahan’ sering sekali dihubungkan dengan aktivitas bernyanyi atau sesekali waktu diiringi dengan bermain musik. Namun, mari kita telaah kembali kata penyembahan itu sendiri. Menurut Kamus Bahasa Indonesia penyembahan berarti: (1). Proses, cara, perbuatan menyembah; (2) Pemujaan.
Menyembah sesuatu berarti memuja sesuatu. Jika kita mengaku bahwa kita menyembah Tuhan, seharusnya kita memuja Dia. Apabila kita katakan kita menyembah Tuhan tapi tidak memuja Dia, kita hanya menipu diri kita sendiri. Kita memuja Tuhan, memuja pribadi-Nya, mengagumi Dia dan mengekspresikan cinta kita kepada Dia dalam perbuatan, pikiran dan perkataan kita. Pemujaan Anda kepada Tuhan akan terlihat dari pilihan-pilihan yang Anda buat, dari keputusan-keputusan penting yang Anda ambil, sampai teman-teman dengan siapa Anda bergaul, juga tontonan film dan situs internet yang kita kunjungi.
Memuja Dia berarti kita menempatkan Dia di atas segala-galanya dalam kehidupan kita. Banyak orang Kristen saat ini mengira bahwa menyembah berhala identik dengan menyembah patung-patung, batu atau ukiran tangan manusia, sama seperti pada zaman bangsa Israel dahulu. Berhala-berhala seperti itu memang masih ada, tetapi saat ini terdapat banyak sekali bentuk-bentuk berhala modern, yang intinya sama: yaitu sesuatu/seseorang/hal yang kita beri tempat tertinggi dan menggeser kedudukan Allah dalam hidup kita. Meskipun kita tidak menyembah batu, patung atau ukiran tangan manusia, tetapi jika uang, kekuasaan, karier, hobi, pujian, kekuasaan, tokoh-tokoh idola, dll. berada dalam skala prioritas kita yang paling utama, maka kita sesungguhnya sedang tidak menyembah Tuhan tetapi menyembah berhala.
Mari kita renungkan pertanyaan ini; Siapakah yang saat ini sedang saya puja? Allahkah atau berhala?
Doa: “Ya Allahku, Engkaulah satu-satunya dan yang terutama di dalam hidupku. Biarlah hatiku selalu terpaut hanya kepada-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
