
BAHASA ROH
Roma 8:26-30
Roma 8:26. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
Di tengah wabah virus corona, saya diingatkan Tuhan untuk memperbanyak berdoa dalam bahasa Roh. Oleh karena itu, di dalam waktu doa pribadi maupun sebelum saya mulai bekerja di rumah (WFH) saya selalu berbahasa Roh, karena situasi ini kita bukan melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Bahasa Roh akan sangat membantu. Bahasa Roh merupakan karunia dan merupakan bahasa rahasia antara kita dan Tuhan (1 Korintus 14:2). Dengan berbahasa Roh, kita dapat mengungkapkan apa yang sudah tidak bisa lagi diucapkan oleh kata-kata manusia, baik itu keluhan ataupun pujian kepada Tuhan Yesus. Roh Kudus (melalui bahasa Roh) membantu kita menyampaikan dan memperjuangkan doa-doa kita kepada Tuhan (Roma 8:26). Dengan berbahasa Roh juga, kita membangun diri sendiri (1 Korintus 14:4a).
Dengan demikian, bahasa Roh memiliki kegunaan yang penting bagi setiap kita orang Kristen. Kita perlu berusaha mendapatkan karunia ini. Mintalah kepada Tuhan baptisan Roh Kudus. Minta Roh Kudus berkuasa penuh atas hidup kita dengan penuh kehausan dan kelaparan yang sungguh-sungguh. Di kondisi saat ini, di tengah dunia yang tidak menentu, yang membuat kita tidak lagi tahu apa yang harus kita ucapkan di dalam doa, kita sungguh perlu Roh Kudus dan karunia bahasa roh.
Doa: “Roh Kudus, penuhi saya dengan kuasa Roh-Mu yang kudus. Bantu saya berdoa. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 10:25-37; Roma 13:8-14; Amsal 13; Ulangan 20
GBI Pasir Koja 39 Bandung