
BERHASIL KARENA BERKAT TUHAN
Amsal 19: 20-21, 2 Korintus 4:3-4
Amsal 10:22. “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”
Pikiran manusia sering dibutakan oleh ilah zaman ini. Hal ini dapat dilihat dari salah satu contoh, yaitu dalam pengharapan yang ada pada setiap orangtua terhadap masa depan anak-anaknya. Setiap bayi yang lahir sudah diperlengkapi Allah dengan segala sesuatu yang akan diperlukan untuk keberhasilan hidupnya di bumi sekarang dan di sorga nanti. Tugas orangtua mengasuh dan mendidik anak-anak memaksimalkan karunia Allah yang sudah ada di dalam diri mereka. Akan tetapi, sayangnya karena dibutakan ilah zaman modern, tanpa sadar orangtua secara perlahan-lahan menyingkirkan pemberian Tuhan Allah di dalam diri anak-anak, dan menggantikannya dengan semua hal yang modern dari zaman ini
Keberhasilan hidup seseorang di muka bumi ialah jika ia menikmati kebahagiaan yang sudah Tuhan berikan kepadanya sejak ia dilahirkan ibunya ke dalam dunia ini, terutama yang dapat dinikmati dalam hatinya, demikian juga menikmati kelimpahan dalam hidup lahiriahnya.
Betapa menderita hidup manusia tanpa berkat Tuhan. Ia akan berusaha dan berusaha, tetapi hasilnya sedikit bahkan banyak pula yang jatuh di dalam hutang. Hal ini disebabkan oleh rasa hormat yang telah Tuhan berikan kepada setiap anak yang lahir telah semakin pudar akibat kebutaan pikiran orangtuanya yang telah mendidiknya demikian.
Ulangan 5:16. Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Dari ayat ini kita belajar, bahwa keberhasilan hidup manusia sesungguhnya hanya tergantung kepada berkat Tuhan.
Doa: “Tuhan Yesus,ajar kami sebagai orangtua untuk membawa anak-anak kami menemukan Pribadi-Mu dan kebahagiaan sejati mereka yang hanya ada di dalam persekutuan dengan Engkau. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 20:27-40; I Korintus 9:1-14; Kidung Agung 1:1-2:1; Hakim-Hakim 5
GBI Pasir Koja 39 Bandung