SPIRIT OF FATHER
1 Raja-raja 2:1-4
Maleakhi 4:6. “Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”
Stev dan Nev adalah anak usia empat tahun. Mereka memiliki kesamaan yaitu sama-sama pendiam dan rendah diri dibanding teman-teman yang lain. Pada suatu hari Stev ke sekolah diantar ayahnya, ia memeluk sang ayah dan tidak mau bermain dengan teman-temannya. Begitu juga dengan Nev. Nev memasuki halaman sekolah sendirian dan duduk di pojok halaman.
Guru mendekati kedua anak ini setiap hari untuk memberikan semangat dan dorongan agar mereka berani. Stev ragu-ragu untuk menyapa gurunya. Ayah Stev membungkuk dan memegang pundaknya sambil berkata, “Ayo kamu beri salam.” Stev tampak ragu. Ayahnya menepuk bahunya sambil berkata, “Ayo Nak, beri salam!” Stev pun lari ke arah gurunya dan memberi salam. Ayahnya telah membantu menanamkan kepercayaan diri pada Stev.
Bagaimana dengan Nev? Sangat sukar menanamkan harga diri padanya. Kemajuannya lambat, karena Nev sudah tidak punya seorang ayah. George Herbert menyatakan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih sayang dari ayah, akan tumbuh dengan kelainan perilaku, kecenderungan bunuh diri, dan menjadi seorang kriminal yang kejam. Penting sekali menghadirkan figur ayah bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang tidak punya ayah.
Para ayah, Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak-anak Anda. Jangan habiskan seluruh energi dan pikiran di tempat kerja, sehingga tiba di rumah hanya memberikan “sisa-sisa” energi. Ayah yang sukses bukanlah pria paling kaya atau paling tinggi jabatannya di kantor, tetapi seorang pria yang anaknya berkata, ”Aku mau menjadi seperti ayah” atau “Aku mau seorang suami yang seperti ayah.”
Doa: “Ya Bapa, kami berdoa bagi mereka yang saat ini kehilangan figur seorang ayah, agar Engkau sendiri menghadirkan diri-Mu bagi mereka. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung