Renungan Harian (16 Februari 2018)

KUASA DOA SEORANG IBU

Efesus 6:18-20

Efesus 6:18b. “Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,”

D.L Moody menceritakan sebuah kisah nyata seseorang yang merasakan kuasa doa seorang ibu, “Ketika Perang Mexico dimulai, saya mendaftar untuk bergabung dengan pasukan militer. Ibu saya, yang melihat, bahwa saya sudah membulatkan tekad, berkata bahwa saya hanya diijinkan pergi jika saya sudah menjadi seorang Kristen. Ia memohon dan berdoa agar saya mau menjadi seorang Kristen, tetapi saya tetap tidak mau. Saya berkata kepadanya bahwa jika perang sudah berakhir, barulah saya mau menjadi seorang Kristen.”

“Semua permohonan ibu saya agar saya mau menerima Kristus kelihatannya sia-sia, dan ibu saya akhirnya menyerah dan membiarkan saya maju ke medan perang. Namun, ketika saya hendak berangkat perang, ia berkata, “Anakku, ayahmu mewariskan jam ini ketika ia meninggal. Bawalah jam ini bersamamu, dan aku ingin engkau ingat bahwa setiap hari, pukul 12 tepat, ibumu akan berdoa untukmu. Kemudian ia memberikan saya Alkitabnya, menandai ayat-ayat, dan menandai bagian-bagian tertentu. Saya mengambil jam dan Alkitab tersebut hanya karena ibu memberikannya pada saya. Saya tidak pernah berniat membaca Akitab tersebut.

“Saya berangkat perang ke Mexico, dan suatu hari ketika saya tertembak, saya mengingat doa dan pesan-pesan ibu saya. Saya mengambil jam warisan ayah saya, mengambil Alkitab dan membacanya, kemudian berteriak kepada Allah untuk menyelamatkan saya, orang berdosa ini.”

Allah menyelamatkannya, ia lahir baru, dan ketika Perang Mexico selesai, ia berkata, “Saya mendaftar lagi untuk wajib militer dan kali ini, untuk melakukan pekerjaan Tuhan di medan perang.”

Doa seorang Ibu sangat besar kuasanya. Jika Anda berdoa untuk anak-anak Anda, tetaplah bertekun dan percayalah bahwa Allah sanggup mengerjakan keselamatan dalam diri anak-anak Anda.

Doa: “Tuhan Yesus, kami mau terus berdoa dengan tidak jemu-jemu bagi keluarga dan anak-anak kami. Sebab, Roh Kudus lah yang mampu menjamah dan mengubahkan hidup mereka. Amin.”

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …