PELAYANAN HARUS MENJADI NYATA
Yohanes 13:1-15
Yohanes 13:4-5. “Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.”
Pelayanan kita harus menjadi nyata. Dibutuhkan kesediaan untuk melewati tahap-tahap jelas seperti yang dilalui Yesus: menanggalkan jubah, mengambil kain lenan, mengikatkan kain lenan itu pada pinggang , membungkuk, membasuh kaki , mengeringkan kaki dan mengajar.
Banyak orang sempat begitu bersemangat untuk melayani, tetapi menjadi kecewa di tengah jalan. Mungkin kita mudah disemangati oleh lamunan akan pelayanan, tetapi tidak siap ketika akhirnya harus mulai “ menanggalkan jubah kemuliaan “ diri kita.
Setelah dibebaskan dari jubah kemuliaan diri itu, kita segera diikat oleh kain pembasuh. Disinilah letak keindahannya: dengan membiarkan diri diikat oleh cinta Tuhan, kita justru semakin bebas melayani. Hanya dengan menempatkan kebebasan kita dalam kehendak Tuhan itulah kita akan menemukan arti terdalam hidup kita. Tidak perlu menunggu sampai segalanya jelas. Cukuplah mengambil langkah pertama dan kita akan dikejutkan, bahwa pelayanan kita sungguh menjadi sebuah pengajaran.
Bukan lagi saatnya kita hanya mensyukuri kasih Tuhan dalam diri kita, tetapi mari melangkah menjadi penyalur kasih-Nya melalui tindakan pelayanan yang nyata melalui proses seperti yang Yesus lewati. Anda akan merasakan nikmatnya pelayanan sesungguhnya, yakni mengandalkan kekuatan Tuhan.
Doa: “Seperti teladan-Mu, kami mau hidup sebagai pelayan dan hamba yang setia. Bentuk kami, Tuhan Yesus. Sungguh kami mengandalkan Engkau saja. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung