
ORANG KRISTEN DAN KEMERDEKAAN ROHANI
Galatia 5:1-26
Galatia 5:24. “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”
Setiap bangsa yang dijajah ketika memperjuangkan kemerdekaannya pastilah banyak mengorbankan tenaga, pikiran, materi termasuk nyawa. Bangsa yang tidak siap berkorban tidak mungkin bisa mendapat kemerdekaan. Sebut saja Indonesia, ketika ingin lepas dari penjajahan bangsa asing, telah mengorbankan nyawa dari berbagai suku dan pelosok yang ada di bangsa ini.
Bagi orang Kristen, kemerdekaan rohani yang kita peroleh bukanlah karena berbagai upaya dan tindakan yang telah kita lakukan. Karena pada dasarnya, kita tidak bisa memerdekakan diri sendiri dari perbudakan dan kuasa dosa (baca: Roma 3:23, 6:23). Kemerdekaan rohani yang kita peroleh sebagai orang Kristen ialah kemerdekaan dengan memandang dan menerima karya Yesus Kristus di kayu salib (Efesus 2:8-10; 1 Petrus 1:18).
Pertanyaan yang patut kita renungkan sebagai orang Kristen ialah bagaimana mengisi kemerdekaan rohani yang sudah dikerjakan Yesus di kayu salib bagi kita? Pertanyaan perenungan ini sangat penting mengingat apa yang ditulis dalam Galatia 5:1-6, bahwa sesudah dimerdekakan oleh Yesus Kristus, maka kita harus hidup dalam pertobatan sesuai kebenaran yang Tuhan kehendaki. Jika melihat dalam Galatia 5:19-20, maka kita tidak boleh lagi hidup dalam kedagingan. Kedagingan yang dimaksud ialah “percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora.”
Sebaliknya, karakter yang harus melekat dalam diri kita ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kesetiaan, kemurahan, kelemahlembutan dan penguasaan diri (Gal. 5:22-23). Bagi orang Kristen, sangat perlu untuk merenungkan karya Yesus Kristus di kayu salib yang telah memberikan kemerdekaan sejati dalam hidup kita, sehingga dapat terus hidup berpadanan dengan kebenaran firman Tuhan.
Ayat Bacaan Setahun
Yohanes 11:17-32; Galatia 5:22-26; Yesaya 60; I Raja-raja 21
Doa: “Kami mau hidup sebagai seorang yang sudah dimerdekakan oleh Kristus, yaitu hidup menurut pimpinan Roh Kudus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung