TEMBOK YERIKHO
Yosua 6:1-20
Yosua 6:2. “Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.”
Sebelum tiba di tanah perjanjian, Yosua dan bangsa Israel menghadapi sebuah tembok yang luar biasa besar, yaitu tembok Yerikho. Tantangan dan musuh yang mereka hadapi kali ini bukan pasukan bersenjata, tetapi sebuah tembok. Kali ini, Allah ingin mengenalkan kepada mereka sebuah jenis peperangan yang berbeda dengan cara berperang yang berbeda pula.
Mungkin hal yang sama sedang kita alami. Ada sebuah peperangan rohani yang berbeda yang belum pernah kita hadapi, sebuah tembok yang kuat. Tembok menggambarkan kebuntuan, keadaan yang tidak berubah padahal kita sudah melakukan kebenaran dan mengupayakan segala usaha. Bisa berupa kondisi keuangan yang tidak kunjung membaik, stagnasi dalam karier, usaha atau pelayanan, orang-orang yang kita doakan tidak kunjung berubah, dan sebagainya.
Apa yang dilakukan bangsa Israel saat menghadapi tembok Yerikho? Allah memerintahkan mereka untuk mengitari tembok itu selama 7 hari dengan perintah yang detail. Mereka harus mendengarkan perintah Tuhan dan menaatinya. Hari ini, Tuhan mau kita tidak berputar-putar pada masalah tetapi menjadikan firman Tuhan sebagai poros dan fokus hidup kita. Jangan berputar dengan mental korban tetapi sebagai pemenang. Katakan dengan iman, bahwa ketika Tuhan berjanji, ia pasti menepati.
Kedua, nantikan janji Tuhan dengan sabar (ay. 10). Butuh kesabaran besar untuk bangsa Israel berjalan selama 7 hari memutari tembok Yerikho dengan diam tanpa suara, karena mereka bangsa yang berisik, bangsa yang cepat berkata-kata, mudah marah, mengeluh dan bersungut-sungut. Mari kita belajar untuk menguasai diri kita, karena di dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatan kita.
Doa: “Kami percaya, bahwa ketika Tuhan berjanji, Engkau pasti menepati. Ajar kami untuk sabar dan tetap percaya dalam menantikannya. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung