Galatia 6:1-18
Galatia 6:8. “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”
Viktor Frankl dalam bukunya, “Man’s Search for Meaning,” menggambarkan reaksi dari dua bersaudara dengan keturunan yang sama, lingkungan yang sama, di kamp konsentrasi yang sama, di bawah Nazi. Satu menjadi pribadi yang baik dan lainnya berwatak jahat. Dia mengatakan, “Setiap orang memiliki dalam dirinya kekuatan untuk memilih bagaimana dia akan bereaksi terhadap situasi tertentu.” Allah telah memberi kita kehendak bebas yang mana kita harus bertanggung jawab atas setiap pilihan kita.
Ada sebuah cerita yang pernah saya baca, yang menceritakan tentang seorang kepala suku Indian yang mengatakan kepada anaknya, bahwa ada dua ekor serigala yang ia pelihara. Yang satu baik, dan yang satu jahat, dan suatu saat kedua serigala itu berkelahi dengan hebat. Sang anak kemudian bertanya, “Lalu serigala manakah yang menang, Ayah?” Sang Ayah kemudian menjawab, “Tentu saja, serigala yang lebih sering dan lebih banyak Ayah beri makan.”
Untuk menang dari upaya Iblis dalam menjerat kita kepada dosa, tentu kita harus terus memberi makan roh kita dengan firman Tuhan, dan bukan menjejali mata, pikiran dan perasaan kita dengan hal-hal daging dan duniawi. Pilihannya ada di tangan Anda! Siapa yang lebih Anda beri makan? Daging Anda atau roh Anda?
Beberapa orang saat ini tidak ingin menerima tanggung jawab atas tindakan mereka. Mereka menyalahkan masyarakat. Mereka menyalahkan lingkungan. Mereka menyalahkan sekolah. Mereka menyalahkan keadaan, dan lupa, bahwa Adam dan Hawa jatuh dalam dosa di lingkungan yang sempurna, dan dalam keadaan sempurna. Masalahnya Adam dan Hawa lebih memberi “makan” kepada pikiran Iblis daripada firman Allah, sehingga pilihan mereka pun jatuh pada dosa. Bagaiman dengan Anda?
Doa: “Dengan pertolongan-Mu, ya Allah yang hidup, kiranya aku terus memilih untuk taat akan kebenaran firman-Mu. Biarlah aku terus mengenyangkan rohku dengan firman-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
