
PANGGILAN-MU
Lukas 5:1-11
Lukas 5:8. “Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
Orang banyak terpikat dengan pengajaran Tuhan Yesus. Mereka mengikuti Tuhan Yesus untuk mendengarkan-Nya. Namun, Tuhan Yesus punya rencana dengan kehidupan para nelayan di pantai danau Genesaret. Tuhan Yesus tidak menginginkan mereka hanya mengenal pribadi-Nya melalui pengajaran yang disampaikan saja. Mereka harus mengalami pengalaman hidup yang nyata dengan Tuhan Yesus melebihi orang banyak yang telah mendengarkan pengajaran-Nya. Mukjizat penangkapan ikan di danau Genesaret dipakai Tuhan Yesus untuk mengajak Simon dan kawan – kawan mengalami pengalaman hidup lebih dalam lagi dan memanggil mereka menjadi murid-Nya.
Respon mereka adalah meninggalkan jala dan ikan begitu saja lalu mengikut Tuhan Yesus. Rupanya pengenalan pribadi akan Tuhan Yesus serta panggilan Tuhan Yesus terhadap diri mereka jauh lebih berharga di banding nilai perahu, jala dan ikan yang mereka dapatkan. Semua ditinggalkan begitu saja lalu mengikuti Tuhan Yesus. Mereka tidak terpesona dengan mukjizat yang terjadi, tetapi lebih terpesona dengan pribadi Tuhan Yesus yang Maha Kuasa. Mengenal pribadi Tuhan Yesus dengan benar lebih penting dari pada mukjizat yang dialami. Mukjizat adalah sarana yang Tuhan Yesus pergunakan untuk membawa seseorang mengenal diri-Nya lebih dalam lagi. Tujuan akhir dari panggilan hidup seseorang oleh Tuhan Yesus adalah menjadi murid-Nya dan mengenal Dia lebih dalam lagi.
Beranikah kita mengambil keputusan dan langkah seperti Simon dan kawan-kawan saat Tuhan Yesus memanggil kita di dunia saat ini?
Doa: “Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, buatlah aku terpesona karena pribadi-Mu, bukan karena mukjizat. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 18:12-18, Kolose 1:1-8, Yeremia 18:18-19:15, 1 Tawarikh 24-25
GBI Pasir Koja 39 Bandung