
KANTONG KULIT TUA
Lukas 5:36-39
Lukas 5:37. “Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.”
Pada waktu itu, mereka tidak menggunakan botol. Mereka menggunakan kulit binatang untuk menyimpan air dan anggur. Kantong kulit yang tua bersifat kaku, keras dan tidak lagi dapat berkembang, sedangkan kantong kulit yang baru masih segar, lembut, lentur dan dapat berkembang
Karena itu, apabila anggur yang baru, yang masih berkembang tatkala meragi diisikan ke dalam kantong kulit yang baru, semuanya akan baik-baik saja. Akan tetapi jika kita menyimpan anggur yang baru ke dalam kulit yang tua, yang telah menjadi keras dan tidak lagi fleksibel, saat anggur itu berkembang, maka anggur itu akan menghancurkan sang kantong kulit dan akhirnya tumpah. Baik anggur dan kantongnya sama-sama rusak dan terbuang. Oleh sebab itu, sebelum kita menjadi kantong kulit yang baru, Allah tidak dapat mencurahkan anggur yang baru dalam hidup kita
Akan tetapi, tahukah Anda kalau kantong kulit yang tua dapat diperbaharui menjadi baru lagi dengan cara dimasukkan ke dalam minyak lalu dipijat, sampai kantong itu lunak, lentur dan kembali dapat meregang. Minyak dalam Alkitab adalah gambaran pribadi Roh Kudus.
Mari evaluasi diri hari ini. Apakah kita seorang yang kaku, keras dan menolak untuk berkembang? Jika iya, maka mintalah Roh Kudus memenuhi bahkan menenggelamkan kita, agar kita menjadi kantong kulit yang selalu baru, yang lembut, mudah diubah dan berkembang. Dengan demikian Allah dapat mencurahkan anggur yang baru dalam hidup kita selalu.
Ayat Bacaan Setahun: Yakobus 5:12-20; 2 Tesalonika 3:13-18; Yeremia 48:1-20; Ezra 10
Doa: “Bapa, kami mempersembahkan hati dan pikiran kami untuk senantiasa Roh Kudus perbaharui, agar kami tidak keras, tetapi sebaliknya hati kami lembut dan mudah untuk Engkau bentuk. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung