MEMBAWA DAMAI
1 Samuel 25:14-35
Matius 5:9. “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Abigail adalah seorang wanita yang luar biasa dan seorang pembawa damai. Saat Daud terpaksa tinggal di desa-desa untuk menghindari amarah akibat kecemburuan Raja Saul. Ia diikuti oleh sekitar 600 orang laki-laki beserta keluarga mereka. Selama beberapa bulan mereka berkemah di dekat Karmel, tempat hewan ternak Nabal (suami Abigail) merumput. Orang-orang Daud telah membantu para gembala Nabal melindungi domba-domba mereka dari kawanan perampok. Kemudian tibalah masa pengguntingan bulu domba-domba itu, dan Daud mengutus beberapa orang untuk meminta bagian mereka dari Nabal, seorang yang sangat kaya. Namun, Nabal menolak permintaan mereka dan justru memperlakukan anak buah Daud dengan buruk.
Dalam kemarahan, Daud memutuskan untuk membunuh Nabal dan semua laki-laki di rumahnya. Ketika Abigail mendengar apa yang terjadi, ia cepat-cepat mengumpulkan banyak makanan, menahan Daud beserta para prajuritnya, dan dengan rendah hati meminta ampun atas perlakuan suaminya yang tidak ramah. Daud pun sadar dan batal melakukan keputusan yang penuh dendam tersebut (1 Samuel 25:32). Berkat Abigail, calon raja Israel tidak jadi melakukan suatu dosa yang mengerikan.
Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9). Bersediakah Anda menjadi alat Tuhan yang senantiasa membawa damai di mana pun Anda berada?
Doa: “Beri kami hikmat dan penuhi kami dengan damai sejahtera-Mu, ya Allah, supaya kami dapat menjadi pembawa damai sejahtera di tengah dunia yang penuh konflik ini. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung