
HIDUP YANG BERKELIMPAHAN
Yohanes 10:1-18
Yohanes 10:3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
Kelimpahan pasti merupakan hal yang dirindukan banyak orang, walau makna berkelimpahan bagi tiap orang bisa berbeda. Melalui perumpamaan gembala, pintu, dan domba-domba, Yesus menyatakan bahwa kedatangan-Nya ke dunia adalah untuk memberi hidup yang berkelimpahan (ayat 10).
Gambaran Yesus sebagai gembala dan pintu bagi umat sebagai kawanan domba merupakan gambaran yang lazim pada zaman itu. Pada masa itu, kandang domba hanya memiliki satu pintu. Lewat pintu itu, domba-domba dibawa masuk ke dalam kandang sehingga terlindung dari bahaya. Lewat pintu itu juga mereka dibawa keluar untuk menemukan padang rumput dan makan sekenyangnya (ayat 9). Pintu memberikan jaminan keselamatan bagi kawanan domba. Gambaran Yesus sebagai pintu menyatakan bahwa Yesus lah satu-satunya jalan keselamatan yang membawa orang percaya kepada hidup.
Hidup yang Yesus berikan bukanlah hidup yang biasa, melainkan hidup yang penuh dan berkelimpahan. Bahasa aslinya menggunakan bentuk perbandingan untuk menyatakan hidup dalam tingkatannya yang tertinggi. Hidup bukan dalam arti biologis saja melainkan menunjuk pada suatu kualitas hidup: hidup yang utuh, yang mengenal Allah sebagai satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Dia diutus (Yoh. 17:3). Itulah hidup sejati, yang kekal, yang hanya bisa diperoleh dari Yesus. Hidup sejati bukanlah sesuatu yang baru dialami pada masa mendatang (setelah kematian), tetapi sudah dialami mulai dari sekarang. Hidup yang kekal adalah kualitas hidup yang sudah dialami sekarang pada saat seseorang mengenal Yesus, dan kualitas hidup yang demikian itu memiliki nilai abadi.
Berbahagialah jika kita sudah menerima hidup yang Yesus berikan: hidup yang penuh dan berkelimpahan.
Doa: “Tuhan Yesus, bantulah kami agar kami memiliki kualitas hidup sesuai dengan kebenaran firman-Mu sehingga nama Tuhan dipermuliakan. Amin.”
Bacaan Setahun: Matius 8:18-34; Kisah Para Rasul 5:1-11; Ayub 34-35; Kejadian 27:1-40.
GBI Pasir Koja 39 Bandung