Renungan Harian (15 Februari 2017)

SUKACITA PEMBAHARUAN

Yoel 2:23

Yoel 2:23. “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.”

Bagaikan tanah gersang menanti datangnya hujan….

Begitulah kehidupan manusia yang hidupnya berada di luar kehendak Tuhan, yaitu mengalami kegersangan, kekeringan, kasih yang menjadi tawar, dan mengalami tekanan yang sangat berat. Ketika Allah berseru memanggil, mereka justru akan menjauh, merasa kesepian dan tiada pertolongan.

Upah dosa adalah maut, saya menggambarkan maut di sini bukan sebagai sebuah kematian, tetapi ancaman. Contohnya: “Awas ada tikungan maut!“ Kemudian didirikan di sana sebuah monumen mobil yang hancur akibat tabrakan di tikungan tersebut. Penyebabnya adalah karena tidak menghiraukan rambu yang mengartikan, bahwa tempat ini bahaya.

Berbuat dosa membuat orang hidup seperti di bawah ancaman. Oleh sebab itu, maka respon orang yang terikat dosa adalah dia akan semakin jahat untuk dapat mengalahkan ketakutannya terhadap ancaman atau dampak dosa. Ini yang membuat banyak orang yang tidak dapat meresponi panggilan Tuhan.

Kekudusan juga adalah sebuah proses. Cepatlah mengakui dosa kita kepada Bapa, agar dosa itu tidak mengancam dan membinasakan kita.

Pembaharuan yang dikerjakan Allah pastilah mendatangkan sukacita.

Doa: “Kami bersukacita karena pengampunan-Mu atas kami, sehingga kami boleh terbebas dari ancaman hukum dosa. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …