
KASIH YANG TAK HABIS
Efesus 3:18-19
Mazmur 89:2. “Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.”
Ada begitu banyak kisah kasih yang mewarnai dunia ini. Namun, seberapa besar dan indahnya kasih manusia tidaklah sempurna. Di antara banyak kisah kasih yang indah, tidak kalah banyak kisah kasih yang gagal. Ada begitu banyak perceraian. Banyak pasangan yang tidak bercerai, tetapi tidak saling mencintai lagi. Kasih manusia itu ada batasnya.
Kasih Allah tidak akan berkesudahan. Oleh
sebab itu, Anda harus memiliki kasih Allah dalam semua hubungan Anda, termasuk dalam
pernikahan, jika Anda mau bertahan selamanya.
Bukankah sebuah kabar baik mengetahui, bahwa Allah tidak akan pernah berhenti
mengasihi Anda? Apa pun yang Anda lakukan, kasih-Nya tidak akan pernah menyerah
atas Anda. Kasih-Nya cukup lebar untuk merangkul semua orang dan cukup panjang
untuk ada kekal selamanya.
Kasih Allah adalah sama dari dulu, sekarang dan hingga selamanya. Kasih-Nya atas Anda saat ini tidak akan lebih besar dibanding di kemudian hari. Begitu pun sebaliknya, kasih-Nya atas Anda di kemudian hari tidak akan lebih sedikit dibanding saat ini.
Dia mengasihi Anda di hari-hari baik Anda; Dia mengasihi Anda di hari-hari buruk Anda. Kasih-Nya tidak bergantung dari respon Anda terhadap-Nya. Allah itu kasih dan kasih-Nya itu diberikan kepada semua manusia dengan cuma-cuma. Kasih-Nya tidak bisa didapatkan dengan usaha kita sebab sesungguhnya kita tak layak mendapatkannya.
Terimalah kasih-Nya dan sembahlah Dia, dan ketahuilah bahwa kasih-Nya itu amat panjang untuk bisa bertahan kekal sepanjang masa.
Ayat Bacaan Setahun: Wahyu 11:1-7; Ibrani 10:1-7; Yehezkiel 45:1-17; Zakharia 1
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, terima kasih untuk kasih-Mu yang besar. Ajar aku memiliki kasih-Mu, untuk sesamaku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung