Renungan Harian (15 Desember 2017)

KITA DIPILIH

Lukas 2:8-20, Matius 2:1-12

1 Korintus 1:28. “…dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,…”

Ketika tiba saatnya Maria melahirkan Yesus, seorang malaikat datang kepada para gembala untuk memberitakan kabar sukacita tersebut. Tidak hanya itu, sejumlah besar bala tentara sorga menampakkan diri kepada mereka sambil memuji Allah. Lain halnya dengan orang-orang majus, mereka melihat bintang-Nya di Timur lalu datang mencari Yesus.

Peristiwa ini sangat luar biasa, para gembala dan para majus dipilih Allah untuk menyambut kelahiran Sang Juruselamat. Padahal para gembala dan para majus bukanlah orang yang terpandang di kalangan bangsa Israel. Gembala pekerjaannya dianggap rendah bagi orang Israel. Mereka menggembalakan ternak, tetapi bukan mereka yang memiliki ternak-ternak tersebut. Mereka hanyalah buruh dengan upah yang rendah. Para majus, adalah raja-raja Persia, cerdas, ahli dalam ilmu perbintangan (astronomi), dan kaya. Mereka terpandang dengan jabatannya tetapi kafir bagi orang Israel.

Dari latar belakang kedua pihak tersebut sangat jelas bahwa mereka bukan kriteria orang-orang yang seharusnya menyambut kedatangan Raja. Namun, Allah memilih mereka bukan tanpa alasan. Allah ingin membuktikan bahwa karya penyelamatannya bukan terbatas oleh pandangan dunia. Allah menghargai semua kalangan, dari para gembala paling rendah menurut dunia sampai para majus yang terpandang karena kedudukannya.

Namun, selain pemilihan yang dilakukan Allah, para gembala dan para majus juga melakukan bagian yang harus dikerjakannya, yaitu pergi dan mencari tempat kelahiran Yesus. Sama seperti para gembala dan para majus, Tuhan telah memilih kita, tidak peduli apa pun latar belakang dan kehidupan kita. Tetapi, apakah kita mau melakukan bagian kita? Bagian kita adalah menyambut dan menikmati Tuhan Yesus Kristus serta melakukan yang Tuhan kehendaki setiap hari.

Doa: “Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau telah memilih kami menjadi umat tebusan-Mu. Kami mau meresponi kasih-Mu dengan hidup sesuai kehendak-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …