Amsal 1:1-7
Amsal 11:5. “Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya.”
Firman Allah adalah perkataan Allah yang di dalamnya terkandung kekuatan Allah sendiri, sehingga sanggup menyelamatkan dan mengubahkan hidup seseorang. Oleh sebab itu, setiap orang terutama orang Kristen, hendaklah senantiasa mengisi hati dan pikirannya dengan firman Tuhan. Seperti halnya tubuh jasmani yang senantiasa membutuhkan asupan untuk menjaganya tetap sehat dan kuat, demikian juga tubuh rohani kita membutuhkan asupan berupa firman Tuhan, supaya kita dapat menjadi orang percaya yang tahan banting dan tidak mudah menyerah di dalam menjalani kehidupan di dunia ini dengan berbagai macam persoalannya.
Firman Tuhan akan memberikan kepada kita pengertian yang baru serta hikmat yang dari sorga untuk kita bisa menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan yang menghampiri kita. Firman Tuhan akan memberikan kecerdasan rohani yang tidak akan kita dapatkan di sekolah mana pun. Roh kudus akan senantiasa mengajarkan kepada setiap orang percaya akan setiap Firman yang dibaca dan direnungkannya. Roh Kudus yang adalah pribadi Allah sendiri sanggup mengubahkan cara berpikir dan sikap hati kita melalui setiap Firman yang kita baca.
Ketika kita membaca firman Tuhan, maka itulah saat di mana Allah berbicara secara pribadi dan memberitahukan kepada kita apa yang menjadi rencana serta kerinduan-Nya. Jangan pernah lupa dan bosan untuk membaca firman Tuhan, karena firman Tuhanlah yang sanggup memberikan pencerahan kepada pikiran kita serta membangkitkan iman kita. Jangan pernah gantikan ‘waktu membaca frman Tuhan’ dengan kegiatan lainnya karena itulah waktu dimana kita bersekutu secara pribadi dengan Allah. Jangan pernah gantikan ‘firman Tuhan’ dengan bacaan lainnya karena hanya di dalam firman Tuhanlah terdapat janji-janji Allah yang akan senantiasa mengingatkan serta menguatkan kita, untuk tetap kuat dan setia di dalam mengiring Tuhan di dunia ini.
Doa: “Biarlah firman-Mu senantiasa menerangi hati dan pikiranku, sehingga aku boleh bertindak hati-hati sesuai dengan kebenaran-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
