SUMBER KEMENANGAN
1 Samuel 1:1-28
1 Samuel 2:1. “Lalu berdoalah Hana, katanya: “Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.”
Hana dan Penina adalah dua wanita yang bernasib sama-sama tidak beruntung. Mereka berdua menghadapi penderitaan yang tidak dapat mereka tolak. Hana mandul dan dimadu, lalu madunya pun sering menindas dan menyakitinya. Penina, madunya juga bukan wanita yang tanpa sebab melakukan hal jahat itu. Ia diambil istri oleh seorang pria tanpa cinta. Hanya dijadikan alat untuk Elkana memiliki keturunan. Suaminya berlaku tidak adil dan lebih mengasihi Hana. Kecemburuan kerap mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang jahat.
Tetapi ada yang membedakan keduanya, yaitu reaksi mereka saat menghadapi sakit hati, masalah dan kekecewaan. Penina memilih untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, sementara Hana berlari kepada Tuhan, mencurahkan isi hatinya di hadapan Allah sampai ia mendapat janji Tuhan.
Hana adalah contoh seorang yang tidak mengandalkan kekuatannya untuk membalas perbuatan jahat yang dilakukan orang lain terhadapnya. Ia mengandalkan Tuhan dan membawa perkaranya kepada Tuhan. Allah adalah sumber kemenangan dan pertolongan bagi Hana.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita membalas kejahatan dengan kejahatan atau sebaliknya kita datang kepada Tuhan dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita? Percayakan seluruh perkara Anda kepada Tuhan dan percayalah, bahwa Ia Allah yang adil dan setia.
Doa: “Kami percayakan hidup kami sepenuhnya kepada-Mu ya Allah. Dalam setiap pergumulan dan penderitaan, Engkaulah bagian kami selama-lamanya. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung