PENERIMAAN YANG HANGAT
Roma 15:1-7
Roma 15:7. “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.”
Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah cerita yang mengesankan bagi saya pribadi, tentang sebuah patung yang bernama patung yang berdiri di Taman Morrel di Savannah. Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 ada seseorang yang selalu menyambut kapal-kapal laut yang tengah merapat di pelabuhan kota Savannah di Georgia, Amerika Serikat. Ia bernama Florence Martus dan memiliki julukan “Gadis Yang Melambaikan Tangan”. Selama 44 tahun, Florence rajin menyambut kapal-kapal besar dari mancanegara dengan melambaikan sapu tangan di siang hari atau lentera saat malam hari. Kini patung dirinya dan anjingnya menyambut kapal-kapal yang hendak berlabuh di Savannah.
Banyak orang menganggap sepele pelayanan Usher (penyambut tamu), padahal bagi saya itu adalah sebuah pelayanan yang penting, karena sambutan hangat dapat melambangkan penerimaan. Bayangkan bagaimana perasaan jemaat yang datang, jika kita menerima mereka dengan sikap acuh tak acuh atau kurang bersahabat? Saat kita menunjukkan sambutan yang hangat dan penerimaan bagi saudara seiman kita di dalam Kristus, sesungguhnya kita sedang menunjukkan kasih kita terhadap mereka.
Penerimaan kita terhadap sesama kita juga mencerminkan keagungan kasih Allah yang telah menerima kita menjadi anggota keluarga-Nya. Untuk hidup bersama dalam kerukunan, Paulus mendorong kita untuk menerima satu dengan yang lain sama seperti Kristus telah menerima kita. Sebagaimana Anda telah diterima dengan hangat dan penuh kasih, demikianlah hendaknya kita menerima sesama kita, apa adanya, penuh kehangatan dan kasih.
Semakin erat hubungan kita dengan Allah, maka semestinya itu tercermin dari semakin erat pula hubungan kita dengan sesama. Kadangkala tidak diperlukan hal besar untuk menjadikan seseorang pahlawan, tindakan sederhana pun mampu mengubahkan kehidupan seseorang.
Doa: “Tuhan Yesus, terima kasih untuk kasih-Mu yang Kau nyatakan lewat penerimaan-Mu atas kami. Ajar kami untuk juga mempraktekkannya kepada sesama kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung