Renungan Harian (14 Maret 2016)

14KEHADIRAN-NYA MEMBAWA DAMAI

Lukas 24:36-49

Lukas 24:36. “Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Kontak pribadi dan komunikasi dewasa ini sangat dipermudah oleh teknologi seperti telepon, internet, email, sms dll. Namun perjumpaan pribadi yang disertai emosi-emosi dan perasaan-perasaan terdalam tidak dapat digantikan oleh teknologi. Salah satu cara untuk berjumpa adalah dengan mengadakan kunjungan. Kita menyadari betapa menyenangkan satu kunjungan anggota keluarga atau teman atau kenalan, karena ada berita gembira yang hendak disampaikan atau rasa kangen karena sudah lama tidak berjumpa, misalnya karena jarak yang memisahkan.

Tatkala Yesus, pribadi yang dijadikan sebagai guru, pribadi yang sangat dihormati bahkan diharapkan oleh sebelas murid dan beberapa pengikut-Nya tiba-tiba ditangkap, diadili dan dihukum mati dengan cara yang sadis dan diperlakukan sebagai orang yang terkutuk sehingga harus disalibkan, tentu hal itu menjadi peristiwa menyedihkan, bahkan menyakitkan karena mereka merasa tidak akan bisa bertemu lagi. Dan tiba-tiba tatkala mereka membicarakan Yesus, kemudian Yesus datang menampakkan diri, tentu hal itu membuat mereka terkejut bahkan menganggap bahwa mereka melihat hantu.

Yesus datang menjumpai para murid-Nya. Kehadiran-Nya bukan untuk menakut-nakuti, mengancam atau marah karena mereka tidak melakukan sesuatu saat Yesus ditangkap. Kehadiran-Nya justru diawali dengan kalimat, “Damai sejahtera bagi kamu!” Ini menjadi perenungan kita sebagai anak-anak Tuhan. Kehadiran kita di rumah, di tempat kerja, di komunitas atau di manapun seharusnya membawa damai sejahtera. Kebangkitan Kristus adalah kabar sukacita bagi para murid-murid Yesus yang sedang sedih dan kecewa. Kabar tersebut dilengkapi dengan perjumpaan yang nyata dan disertai damai sejahtera.

Agar kehadiran kita membawa damai sejahtera, alami perjumpaan pribadi setiap waktu dengan Yesus Sang Raja Damai. Maka damai yang Anda dapatkan dalam perjumpaan dengan-Nya akan mengalir keluar dan dirasakan oleh setiap orang yang Anda jumpai.

Doa: “Bapa, penuhi kami dengan kasih, sukacita dan damai sejahtera yang dari pada-Mu. Sehingga, di mana pun kami berada kami dapat mengalirkannya kepada setiap orang yang kami jumpai. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …