Maleakhi 1:2-5
Maleakhi 4:2. “Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
Sebuah jambang pecah berantakan, tersenggol siku yang tidak hati hati; sebuah mainan rusak dipegang secara kasar oleh jari jari kecil; baju, robek ditarik oleh tangan yang kuat dan marah. Menghadapi pecahan dan sobekan, diperlukan waktu untuk membersihkan, usaha untuk memperbaiki dan uang untuk mengganti, tetapi yang jauh lebih mahal adalah memulihkan hubungan yang hancur. Ketidaksetiaan, kebohongan, kata-kata yang membangkitkan kebencian, dan janji yang diabaikan mengoyak ikatan-ikatan pribadi yang indah dan menyebabkan luka yang tidak mudah disembuhkan dalam keluarga. Akan tetapi yang paling tragis adalah rusaknya hubungan dengan Allah.
Maleakhi melukiskan ketidaksetiaan Israel yang secara jelas menunjukkan, bahwa bangsa itu patut dihukum, tetapi di sepanjang pesan ini ialah pengharapan, yaitu kemungkinan adanya pengampunan. Hal ini secara indah diungkapkan dalam Maleakhi 4:2 .
Keadaan bangsa Israel memberi peringatan dan gambaran bagi keluarga keluarga dan sekaligus pengharapan. Jika saat ini terdapat ketidaksetiaan dalam pernikahan, dalam keluarga atau dalam hubungan pribadi Anda dengan Allah, segeralah berbalik! Allah adalah setia dan adil, Ia mengampuni dan bahkan menyucikan setiap dosa yang diakui. Evaluasilah kesungguhan komitmen pernikahan Anda, ketulusan ibadah dan arah hidup Anda. Lalu perkenankan Allah memulihkan hubungan Anda dengan suami, istri, anak anak, bahkan dengan Dia sendiri melalui kasih dan pengampunan-Nya.
Doa: “Ampuni hamba, Tuhan Yesus. Hamba telah berlaku tidak setia kepada Engkau dan keluarga hamba. Sucikan dan pulihkan hamba dengan darah-Mu yang kudus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
