1 Timotius 4:1-12
1 Timotius 4:12. “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”
Apakah cita-cita populer seorang anak laki-laki? Mungkin para pria atau ayah atau yang memiliki anak pria bisa tersenyum membayangkannya. Ya, salah satu cita-cita anak laki-laki yang paling populer adalah menjadi tentara. Dari era kegagahan Rambo dulu sampai era Captain Yoo Shi Jin (Drama Korea – Descendants of the Sun), menjadi seorang tokoh tentara masih tetap sangat memukau.
Dalam kenyataannya, kita pun bisa melihat seorang tentara, sejak masa aktif mereka hingga masa pensiun sangatlah berperan bahkan memimpin di masyarakat. Mengapa? Pendidikan penuh disiplin, gemblengan fisik dan mental, juga nilai-nilai kesetiaan dan bela negara adalah menu keseharian yang tertanam kuat dalam alam bawah sadar mereka. Jangan heran mereka mereka miliki karakter yang kuat, bersemangat dan tahan tekanan.
Masih ingat slogan pria sejati? Menjadi tua adalah pasti, menjadi dewasa adalah suatu keputusan. Menjadi dewasa dengan mengambil tanggung jawab dalam hidup, membuat prioritas dan menyelesaikan visi Tuhan dalam hidup kita.
Tuhan juga memanggil kita untuk menjadi tentara-nya. Jangan menyerah dalam terpaan proses ketika mempraktekkan setiap kebenaran firman Tuhan. Bertindak benar, jujur, setia dalam firman Tuhan dan berbagi kelebihan kita bagi sesama manusia. Ini adalah peperangan yang pasti kita menangkan ketika melawan Iblis maupun tabiat dosa kita. Kita sangat bersyukur, karena Tuhan kita bukan Tukang Omong Doang! Tetapi Tuhan Yesus turun ke dunia sebagai manusia sejati menanggalkan ke-Allahan-Nya, berperang dengan kelemahan dan serangan musuh yang sama. Tuhan Yesus telah memberi teladan, jadi bersama Roh Kudus yang sama, Anda Pasti Bisa!
Doa: “Tuhan Yesus, beri aku kekuatan ketika Engkau membentuk karakterku. Aku mau bertekun dalam doa dan menjadi kesaksian hidup untuk keselamatan keluarga dan rekan-rekanku. Aku percaya Engkau Tuhan yang setia! Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
