
BELAJARLAH MEMANCING IKAN
Amsal 20:1-6
Amsal 20:5. “Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.”
Sebuah pepatah kuno Cina mengatakan: “Jika kau ingin berbahagia sejam, minumlah anggur. Jika kau ingin berbahagia selama tiga hari, menikahlah. Jika kau ingin berbahagia selama-lamanya, belajarlah untuk memancing ikan.”
Maksud dari peribahasa Cina di atas adalah seseorang akan berbahagia jika ia dapat bekerja, menyukai pekerjaannya, dan hidup dari pekerjaan itu. Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa orang Cina memiliki etos kerja yang tinggi. Mereka adalah pekerja yang ulet dan selalu sukses di mana saja mereka ditempatkan. Dan sebagai orang percaya kita juga harus belajar menghargai keringat yang kita keluarkan untuk mendapatkan makanan kita.
Ini adalah beberapa kesalahan tentang pekerjaan:
Pertama, malas. Sebuah karya yang hebat pastilah tidak muncul secara otomatis. Harus ada kerja keras dan kerajinan. Memang ada orang Kristen yang berdalih, bahwa berkat itu datangnya dari Tuhan, jadi kalau Tuhan mau memberkati maka kerja asal-asalan saja pasti akan mendatangkan keuntungan besar. Ini adalah cara pandang yang konyol. Allah tidak mungkin memberkati orang yang malas. Justru Tuhan memerintahkan kita untuk belajar dari semut (Amsal 6:6-8).
Kedua, ingin cepat kaya. Memang kita dimanja oleh segala fasilitas yang serba instan. Kopi instan, teh instan, makanan instan alias cepat saji. Tetapi untuk meraih sukses, perlu kerja keras. Tidak ada jalan tol untuk menuju ke sana. Dan jangan bermimpi untuk mendapatkannya, sebab harta yang cepat diraih juga akan cepat habisnya.
Ketiga, rakus. Rakus sama bahayanya dengan malas. Mungkin orang yang rakus adalah seorang pekerja keras, tetapi ambisi dan cita-citanya telah dileburkan bersama dengan hawa nafsunya. Apa yang dilakukannya tidak pernah memuaskannya dan dagingnya menuntut untuk dipuaskan segala keinginannya.
Doa: “Kami mau rajin bekerja, tidak serakah dan tidak mengikuti keinginan untuk cepat kaya, seperti yang Engkau mau, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung