2 Korintus 12:7-10
2 Korintus 12:9. “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”
Ada sebagian orang Kristen yang sama sekali tidak mempercayai mujizat-mujizat, Begitu juga dengan keajaiban-keajaiban yang diperbuat Yesus dianggap tidak pernah terjadi. Sebaliknya ada pula sebagian orang yang kegandrungan dengan mujizat-mujizat. Selalu menuntut mujizat dalam hidupnya. Mereka menjadi orang-orang yang kecanduan mujizat. Sepertinya tanpa mujizat mereka tidak bisa hidup dan iman mereka tidak mampu bertahan. Segala persoalan yang mereka hadapi, mereka menuntut Tuhan sendiri yang bertindak dengan kemahakuasaan-Nya. Asal percaya saja semua permasalahan akan beres. Itulah moto hidup mereka. Kalau menjadi seorang Kristen dan masih terus dilanda badai topan kehidupan, itu berarti orang tersebut belum percaya.
Kita harus berhati-hati berhadapan dengan kebesaran Allah. Kemahakuasaan Allah tidak akan pernah dibiarkan-Nya dipermainkan. Allah tetaplah Dia Yang Mahakuasa dan itu tidak bergantung apakah Dia menyatakan mujizat atau tidak. Bila Allah tidak menyatakan perbuatan-perbuatan ajaib dalam hidup kita, itu tidak berarti Allah tidak mahakuasa.
Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Mujizat yang diperbuat-Nya selalu berhubungan dengan satu tujuan-Nya yang sangat urgent/penting. Allah melihat dengan jelas kapan mujizat harus dinyatakan dan kapan mujizat tidak perlu dipertontonkan. Mujizat selalu ditujukan untuk menyatakan kebesaran-kebesaran Allah. Sehingga semua orang yang menyaksikan intervensi Allah akan mengakui kebesaran-Nya.
Doa: “Allah yang Maha Besar, kami percaya kalau Engkau sanggup melakukan mujizat yang ajaib bagi kami. Tetapi kami juga tetap percaya, bahwa Engkau adalah Allah yang berdaulat atas semua aspek di dalam kehidupan kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
